Logo Soegijapranata Catholic University (SCU) White
Search...
Close this search box.

FK Unika Konsisten dan Fokus pada Daerah DTPK

FK Unika Konsisten dan Fokus pada Daerah DTPK

 

“Indonesia sudah menerapkan Jaminan Kesehatan Nasional dengan peserta sekitar 220 juta, namun dalam pelaksanaannya di daerah-daerah plural atau terpencil terutama di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) seperti Indonesia Timur masih banyak kekurangan tenaga Kesehatan,” ungkap narasumber webinar Dr dr Andreasta Meliala DPH MKes MAS dalam rangka Dies Natalis ke-3 Fakultas Kedokteran (FK) Unika Soegijapranata pada Sabtu (19/2) secara hybrid di kampus Unika Soegijapranata, Bendan Dhuwur.

Lebih lanjut Dr Andreasta menjelaskan mengenai kendala yang dihadapi dengan disparitas yang muncul dalam pemenuhan tenaga medis di daerah DTPK.

“Kendala yang muncul diantaranya adalah kendala infrastruktur di daerah yang masih kurang, persoalan keamanan daerah, insentif, dan psikografi dokternya yang kurang berani untuk ditempatkan di daerah DTPK.”

Oleh karena itu pemerintah perlu mendorong supaya supply dokter di daerah DTPK bisa terpenuhi, karena masih ratusan puskesmas yang belum ada dokternya. Ironisnya kita saat ini  telah memproduksi 12.000 dokter per tahun, ucap Konsultan dan Pakar SDM Kesehatan FKKMK Universitas Gajah Mada ini.

Sementara Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unika Soegijapranata, dr Indra Adi Susianto MSi Med Sp OG menyatakan adanya disparitas atau kesenjangan tenaga dokter itu terjadi karena para lulusan dokter ini lebih banyak terkumpul di Jawa, hal ini menjadi keprihatinan tersendiri.

“Untuk menjawab kebutuhan pemerataan tenaga dokter di daerah-daerah, maka FK Unika Soegijapranata telah memiliki kurikulum khusus untuk memenuhi kebutuhan tenaga Kesehatan di daerah-daerah DTPK,” tutur dr Indra.

Sejak awal mahasiswa FK Unika sudah diberi bekal untuk bisa bekerja di daerah manapun di Indonesia. Dan ternyata tidak hanya masalah finansial, tetapi juga dibutuhkan panggilan dan kesiapan mental untuk bisa menjawab kebutuhan dokter di daerah DTPK, sambungnya.

Programer Field lab atau kerja lapangan FK Unika, Perigrinus H Sebong MPH juga menambahkan adanya kurikulum khusus untuk membekali para mahasiswa FK Unika itu sudah diinisiasi sejak tahun 2019. Saat itu sudah banyak sekali masukan dan kita coba petakan bersama dengan beberapa pakar yang meneliti di bidang SDM Kesehatan secara nasional dan mengundang pakar Kesehatan level global.

“Mahasiswa FK Unika memang  tidak langsung diterjunkan ke masyarakat melainkan dilakukan secara bertahap mulai dari yang paling kecil yaitu keluarga, kemudian kita evaluasi jika sudah mampu lalu lanjut levelnya  ke  komunitas atau populasi, baru setelah itu pada tahun ketiga mereka belajar tentang fasilitas, manajemen, interprofesi dan belajar juga semacam membuat inisiasi untuk intervensi,” jelasnya.

Sedang Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Dokter FK Unika dr Fransisca Pramesshinta Hardimarta MSi Med menyampaikan, mahasiswa FK Unika di semester tujuh akan mengikuti kegiatan KKN sesuai dengan daerah DTPK yaitu yang pertama adalah di daerah Minahasa.

“Kami bekerja sama dengan puskesmas yang ada di Minahasa agar mahasiswa FK Unika tidak hanya belajar bagaimana mengobati, karena sebagai dokter keluarga ada empat pilar yang harus diketahui yaitu promosi, preventif, kuratif dan rehabilitatif,” katanya.

Jadi harapannya para lulusan kami tidak hanya bisa mengobati tetapi juga bisa mendorong masyarakat setempat bisa sadar kesehatan supaya status kesehatan masyarakatnya meningkat, imbuhnya.

Kami juga bekerja sama dengan tujuh daerah DTPK agar dari masing-masing daerah tersebut bisa mengirimkan putra-putri terbaik daerahnya agar kita didik di FK Unika, dan kita kembalikan kembali ke daerah masing-masing setelah lulus nantinya, imbuh dr Fransisca.

Ketua panitia Dies ke-3 FK Unika sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, dr Jonsinar Silalahi MSi Med SpB SpBA menegaskan bahwa FK Unika sejak awal konsisten dalam fokus pada DTPK bahkan yang pertama di Indonesia, maka selain menyiapkan para mahasiswa secara kompetensi, kami juga menyiapkan agar para lulusan FK Unika memiliki hati untuk melayani di daerah DTPK, pungkasnya. (FAS)

 

 

 

 

Tag

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp
Kategori
Nih jawaban buat kalian yang masih bingung benefit beasiswa masuk di SCU dan biaya kuliahnya yang affordable. Kalau udah paham langsung gassss yaa! 

Daftar online
pmb.unika.ac.id 

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 H ✨

#IdulAdha
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Gak usah galau SNBT ah, goyangin aja bareng D”CEMESH yuk 🤭

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Mau punya dosen asik - asik + suasana kuliah yang joyful? Yuk, buktikan sekarang!

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Namanya proses ada aja lika likunya, tapi jangan sampai salah pilihan, karna hanya SCU yang nyenengin ☺️ 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Hola ✨ yuk manfaatkan kesempatan mendapatkan Beasiswa Christian Youth di SCU. 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Kuliahnya seasik ini di @dkvscu, tempat yang tepat buat explore kreativitasmu 🫰

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#DKV
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
This error message is only visible to WordPress admins
There has been a problem with your Instagram Feed.

Share:

More Posts

Send Us A Message