Logo Soegijapranata Catholic University (SCU) White
Search...
Close this search box.

Mendengarkan Jeritan Ciptaan

Oleh: DR Aloys Budi Purnomo Pr, Pengajar Program Doktor Ilmu Lingkungan Unika Soegijapranata

DALAM konteks global, tanggal 1 September-4 Oktober ditetapkan sebagai “Season of Creation” (Musim Penciptaan). Gerakan ini dipelopori Patriark Ekumenis Dimitros I sejak tahun 1989. Pada tahun 2015, Paus Fransiskus meresmikan gerakan ini sebagai kelanjutan Ensiklik Laudato Si’, yang berisi ajaran universal tentang perawatan Bumi sebagai rumah bersama.

Pada dasarnya, gerakan ekologis tahunan ini menawarkan kesempatan untuk menegaskan kembali panggilan kita untuk menjadi penatalayan ciptaan. Dengannya kita berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karya-Nya yang istimewa yang telah dipercayakan kepada kita. Kita juga berdoa mohon perlindungan ciptaan dan pengampunan-Nya atas dosa-dosa kita terhadap Bumi dan seisinya.

Dalam konteks lokal, sejak tahun 2019, saya mengkontekstualisasikan gerakan tersebut di negeri ini sebagai sebuah gerakan interreligius.

Alasannya, negeri ini ditandai oleh keberagaman agama yang setidaknya mencakup Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, Konghucu, dan sejumlah Penghayat Kepercayaan. Itulah sebabnya, gerakan global yang pada awalnya bersifat ekumenis tersebut saya hayati dalam ranah interreligius.

 

Pendengaran ekologis

Pesan-pesan yang disampaikan pada Musim Penciptaan tahun 2022 ini, menantang kita untuk memiliki pendengaran ekologis. Pendengaran tersebut tak hanya bertumpu pada telinga fisikal-lahiriah, melainkan telinga spiritual-batiniah. Pendengaran ekologis tersebut diperlukan untuk mendengarkan jeritan Bumi dan kaum rentan, korban krisis ekologi yang menimpa Bumi.

Tema Season of Creation 2022 adalah “Listen to the voice of creation” (Dengarkan jeritan ciptaan). Tema tersebut semakin menguatkan pentingnya pendengaran ekologis di tengah carut-marut kehidupan dengan fokus pada jeritan makhluk ciptaan.

Makhluk ciptaan tak hanya manusia, yang dalam tradisi semua agama dipahami sebagai puncak penciptaan, melainkan juga makhluk ciptaan lainnya. Tercakup di dalamnya aneka biodiversitas kekayaan alam ciptaan. Sayangnya, makhluk ciptaan – baik manusia maupun ciptaan lainnya – sedang terancam bahaya “bencana ekologis” (Paus Paulus VI, 1970).

Pendengaran ekologis kita sekarang ini berada dalam situasi dan kondisi suara ciptaan sebagai semacam disonansi. Di satu sisi, kita bisa mendengarkan lagu manis yang memuji Sang Pencipta atas segala karya-Nya yang indah, baik, bahkan amat baik adanya sejak semula. Di sisi lain, terdengar nada permohonan sedih yang meratapi penganiayaan kita terhadap Bumi, rumah kita bersama (Paus Fransiskus, 2022).

Pendengaran ekologis atas lagu ciptaan yang merdu mengajak kita untuk mempraktikkan “spiritualitas ekologis”, yakni dengan memperhatikan kehadiran Tuhan di alam ciptaan ini. Itulah panggilan untuk mendasarkan spiritualitas kita pada kesadaran penuh kasih bahwa kita tidak terputus dari makhluk ciptaan lainnya, melainkan terhubung dan tergabung dalam persekutuan universal yang indah. Di Musim Penciptaan ini, kita berdoa dan bersukacita dalam paduan suara kosmik yang megah yang terdiri dari makhluk yang tak terhitung jumlahnya, semuanya menyanyikan pujian bagi Tuhan.

 

Tangisan Ibu Bumi

Tragisnya, lagu manis itu dibarengi dengan tangisan kesedihan. Pertama-tama, saudari kita, Ibu Bumi, yang berteriak akibat ekses konsumerisme kita. Dia menangis dan memohon kita untuk mengakhiri pelanggaran kita yang menghancurkannya. Selanjutnya, ada semua makhluk ciptaan lainnya yang berteriak akibat “tirani antroposentrisme” (Paus Fransiskus, 2015).

Sekarang ini, terdapat spesies biodiversitas tak terhitung jumlahnya sedang sekarat karena nyanyian pujian mereka dibungkam. Ada juga kaum termiskin di antara kita yang menangis akibat krisis iklim. Orang miskin semakin merasakan dampak kekeringan, banjir, angin topan, dan gelombang panas yang semakin intens dan sering terjadi.

Termasuk di dalamnya masyarakat adat yang menangis akibat kepentingan ekonomi predator. Tanah leluhur mereka diserbu dan dihancurkan di semua sisi, “memicu teriakan yang membumbung ke surga” (Querida Amazonia, 9). Akhirnya, ada permohonan dari anak-anak dan generasi mendatang. Merasa terancam oleh tindakan picik dan egois, anak muda saat ini menangis, dengan cemas meminta kita orang dewasa untuk melakukan segala yang mungkin untuk mencegah, atau setidaknya membatasi, runtuhnya ekosistem planet kita.

 

Pertobatan ekologis

Mendengarkan tangisan kesedihan ini, semua harus bertobat dan mengubah gaya hidup dan sistem destruktif kita. Kehancuran Bumi, rumah kita bersama saat ini patut mendapat perhatian yang sama bersama tantangan global lainnya seperti krisis kesehatan dan perang.

Apapun agama dan kepercayaannya, semua bertanggungjawab melalui pertobatan ekologis. Pertobatan ekologis diperlukan untuk membawa perubahan yang langgeng bersama-sama. Diperlukan komitmen dan tindakan, dalam semangat kerja sama semua orang secara maksimal demi mendengarkan jeritan ciptaan yang terancam bencana ekologis.

Selama Musim Penciptaan ini, mari kita berdoa dan berkarya agar COP27 dan COP15 dapat menyatukan keluarga manusia dalam menghadapi krisis ganda perubahan iklim dan hancurnya biodiversitas. Mari mendengarkan jeritan dan penderitaan makhluk ciptaan dengan perilaku ramah lingkungan demi generasi mendatang.

Tribun Jateng 31 Agustus 2022 hal. 2
# https://jateng.tribunnews.com/2022/08/31/opini-dr-aloys-budi-purnomo-pr-mendengarkan-jeritan-ciptaan?page=all.

Tag

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp
Kategori
Nih jawaban buat kalian yang masih bingung benefit beasiswa masuk di SCU dan biaya kuliahnya yang affordable. Kalau udah paham langsung gassss yaa! 

Daftar online
pmb.unika.ac.id 

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 H ✨

#IdulAdha
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Gak usah galau SNBT ah, goyangin aja bareng D”CEMESH yuk 🤭

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Mau punya dosen asik - asik + suasana kuliah yang joyful? Yuk, buktikan sekarang!

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Namanya proses ada aja lika likunya, tapi jangan sampai salah pilihan, karna hanya SCU yang nyenengin ☺️ 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Hola ✨ yuk manfaatkan kesempatan mendapatkan Beasiswa Christian Youth di SCU. 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Kuliahnya seasik ini di @dkvscu, tempat yang tepat buat explore kreativitasmu 🫰

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#DKV
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
This error message is only visible to WordPress admins
There has been a problem with your Instagram Feed.

Share:

More Posts

Send Us A Message