Logo Soegijapranata Catholic University (SCU) White
Search...
Close this search box.

Komitmen Merawat Bumi

Komitmen Merawat Bumi

Oleh: Dr Aloys Budi Purnomo Pr, ketua Komisi Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Kevikepan Semarang, pengajar pada Program Doktor Ilmu Lingkungan Unika Soegijapranata

PADA tanggal 24 Mei 2015, Paus Fransiskus menandatangani Ensiklik Laudato Si. Ensiklik yang berisi ajaran tentang perawatan bumi,  rumah  bersama  tersebut dirilis secara publik dalam setidaknya lima belas bahasa, termasuk dalam bahasa Arab pada tanggal 18 Juni 2015. Setahun sesudahnya, Ensiklik Laudato Si diterjemahkan pula ke dalam bahasa Indonesia. Berbeda dari semua Ensiklik lainnya, Laudato Si bahkan mengutip gagasan mistik ekologis guru spiritual  Islam  Abad  Pertengahan, Syeikh Ali Al-Khawas.

Tujuh tahun sesudah penerbitannya, Paus Fransiskus meluncurkan Laudato Si Action Platform (LSAP) pada Hari Orang Miskin Sedunia, tanggal 14 November2021. LSAP dimaksudkan mewujudkan semangat dan cita-cita yang diserukan Laudato Si. LSAP dirancang untuk jangka waktu selama tujuh tahun dengan fokus tujuh sektor dan tujuh tujuan. Ketujuh  sektor  dan  tujuan  itu meliputi respons terhadap jeritan bumi, jeritan kaum miskin, pengembangan ekonomi ekologis, adopsi gaya hidup berkelanjutan, pendidikan ekologis, spiritualitas ekologis, dan perwujudan komunitas yang berdaya tahan maupun partisipatif.

Salah satu upaya untuk mewujudkan LSAP, baru-baru ini dirilis sebuah film berjudul The Letter: A Message for Our Earth (4/10/2022). Film yang dirilis melalui Youtube Originals ini diproduksi Off the Fence dan Laudato Si Movement bekerja sama dengan The Vatican Dicastery of Communication dan The Vatican Dicastery for Promoting Integral Human Development. Film berdurasi 1:21:20 ini disutradarai Nicholas Brown yang pernah mendapatkan penghargaan Emmy dan BAFTA untuk film dokumenter.

Off the Fence yang berkantor di Amsterdam, Belanda dan di Bristol, Inggris telah menyabet berbagai penghargaan melalui film-film yang mereka produksi. Salah satunya, film yang berjudul The Octopus Teacher. Film ini merupakan Netflix Original Documentary yang meraih penghargaan OSCAR dan BAFTAuntuk kategori Best Documentary Feature.

Kisah Bilal Seck atau Billy, orang Senegal, seorang pengungsi akibat krisis iklim mengawali The Letter.  Dengan  terpaksa,  Billy meninggalkan tempat asalnya yang telah hancur akibat naiknya permukaan air laut. Dalam kondisi tersebut, Billy memutuskan untuk mengungsi demi kehidupan yang lebih baik bersama para pengungsi lainnya.

Sayangnya, banyak pengungsi lainnya mati tenggelam ketika perahu mereka karam. Merespons situasi ini, Paus Fransiskus menegaskan pentingnya menjadi terbiasa dengan penderitaan sesama, kendati  hal  itu  harus  membahayakan hidup sendiri. Selanjutnya, The Letter menampilkan kisah lima orang aktivis lingkungan dengan berbagai latar belakang. Mereka adalah Arouna Kande dari Senegal, Chief Dada Borari dari hutan Amazon di Brazil, Ridhima Pandey dari Haridwar India, serta suami istri Dr Greg Asner dan Dr Robin Martin dari Hawaii. Film Dokumenter Film The Letter memiliki fokus pada komitmen merawat bumi, rumah bersama yang sedang ditimpa krisis ekologi. Komitmen tersebut menjadi sangat konkret melalui tokoh-tokoh yang ditampilkan, bukan sebagai suatu kisah fiktif, melainkan kisah nyata. Itulah sebabnya, film tersebut merupakan film dokumenter.

Menarik mencermati dan merenungkan kisah Arouna Kande. Saat berumur 6 tahun, Kande dibimbing pamannya, seorang guru Al-Qur’an di sebuah semacam pondok pesantren Al-Qur’an.

Sama  seperti  Billy,  Kande adalah seorang pengungsi asal Senegal yang mengungsi akibat krisis iklim. Krisis iklim di Senegal mengancam kehidupan masyarakatnya, terutama para petani. Gegara krisis iklim, lahan pertanian berubah menjadi gurun tandus. Sudah begitu, tempat asalnya pun tenggelam akibat naiknya permukaan air laut. Dari pengalaman itulah, lahirlah komitmen untuk perawatan bumi.

Kisah lain yang ditampilkan adalah pengalaman Chief Cacique Odair Dada Borari merawat hutan Amazon di Brazil. Odair adalah seorang  pemimpin  komunitas masyarakat adat Novo Lugar darisuku Borari di Maro. Komitmen merawat  bumi  diperjuangkan melalui perlawan terhadap korporasi yang membuat hutan Amazon hancur. Karena perjuangannya, iapun mengalami berbagai bentuk penganiayaan.

Sosok lain yang ditampilkan adalah Ridhima Pandey asal India.Sejak  masa  kecilnya,  Ridhima sudah  aktif  dalam  pergerakan lingkungan hidup demi merawat bumi.

Pergerakan tersebut dilakukan bersama sang ayah, Dinesh Pandey yang bekerja di Wild life Trust India serta sang ibu, Vinita Pandey, yang bekerja untuk Forest Department, negara bagian Uttarakhand.

Pergerakan  merawat  Bumi yang dilakukan Ridhima sejak kecil bahkan berhadapan dengan pemerintah yang tidak menjalankan kewajiban menjaga lingkungan hidup. Bersama Greta Thunberg dan15 remaja lainnya, Ridhima terpilih menjadi delegasi untuk berbicara diUnited Nations Climate Action Summit di PBB pada tahun 2019. Selanjutnya, masih bersama Gretadan 11 remaja lainnya, mendesak Antonio Guterres, Sekjen PBB, agar menyatakan bahwa krisis iklim sudah mencapai status darurat level3 pada tahun 2021. Demi komitmen merawat bumi, Ridhima bertekad menyelamatkan masa depan semua anak-anak dan generasi mendatang.

Akhirnya, hal menarik bisa kita timba dari pasangan suami istri Dr Greg Asner dan Dr Robin Martin.

Pasangan ini adalah akademisi dan ahli biologi kelautan yang ting-gal di Hawaii. Riset mereka menunjukkan bahwa pemanasan global berdampak buruk pada suhu di lautan, khususnya keberlangsungan terumbu karang laut.

Terumbu karang laut adalah organisme hidup yang merupakan sumber makanan, sumber oksigen, pelindung pantai, sumber plankton, dan menjadi rumah bagi banyak makhluk laut lainnya.

Dari semua kisah itu, muara terpenting The Letter adalah perjumpaan mereka dengan Paus Fransiskus yang melalui Ensiklik Laudato Si mengajarkan pentingnya membangun komitmen merawat bumi, rumah bersama. Komitmen merawat bumi harus digemakan juga di negeri ini, yang tak luput dari dampak krisis ekologi, krisis iklim, dan pemanasan global. Para pemimpin tak bisa abai dalam mewujudkan komitmen merawat bumi, Ibu Pertiwi, demi generasi sekarang dan mendatang.

 

#Suara Merdeka 13 Oktober 2022 hal. 4

 

Tag

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp
Kategori
Nih jawaban buat kalian yang masih bingung benefit beasiswa masuk di SCU dan biaya kuliahnya yang affordable. Kalau udah paham langsung gassss yaa! 

Daftar online
pmb.unika.ac.id 

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 H ✨

#IdulAdha
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Gak usah galau SNBT ah, goyangin aja bareng D”CEMESH yuk 🤭

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Mau punya dosen asik - asik + suasana kuliah yang joyful? Yuk, buktikan sekarang!

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Namanya proses ada aja lika likunya, tapi jangan sampai salah pilihan, karna hanya SCU yang nyenengin ☺️ 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Hola ✨ yuk manfaatkan kesempatan mendapatkan Beasiswa Christian Youth di SCU. 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Kuliahnya seasik ini di @dkvscu, tempat yang tepat buat explore kreativitasmu 🫰

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#DKV
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
This error message is only visible to WordPress admins
There has been a problem with your Instagram Feed.

Share:

More Posts

Send Us A Message