Logo Soegijapranata Catholic University (SCU) White
Search...
Close this search box.

Panggung Kehidupan Tidak Tulus: Ada Saja Orang Kena Apes, Apus, amargo Apirowang

Panggung Kehidupan Tidak Tulus: Ada Saja Orang Kena Apes, Apus, amargo Apirowang
Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga, Ketua Dewan Penyantun Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata, Semarang

Saking seringnya kejadian operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum koruptor, ataupun mungkin ada saja orang menjadi tersangka suatu perkara, di panggung kehidupan bersama sertamerta muncul berbagai seloroh atau celoteh, bahkan ungkapan sarkastis, seperti: “Nah loe, rasakan sekarang!” atau “Apes nih yeeee!!!!”; dan ada juga yang beruntai kata-kata indah:  “Sekarang kau, besok dia, dan lusa jangan-jangan aku.”  Pertanyaannya, benarkah “dunia ini panggung sandiwara?”

Bukan! Dunia tetap dunia yang kita warisi dari para pendahulu atas kehendak penciptaan Sang Khalik Allah, dan harus tetap kita isi dengan karya-karya terbaik agar menjadi semakin sempurna. Memang, dalam penyempurnaan keutuhan ciptaan itu, ada saja orang-orang yang kena atau bahkan sengaja melakukan tindakan yang menjadikan orang lain apes, apus, amargo apirowang.

 

Apes lan apus

Ingat apes, ingat tragedi Kanjuruhan, karena konon ada banyak orang berjatuhan (bahkan meninggal) sebagai korban. Saat itu dan bahkan sampai sekarang, panggung kehidupan bersama seperti itu ditengarai sebagai kedadean apes bagi banyak pihak. Bacalah apes seperti Anda mengucapkan kudapan apem; dan ada tiga makna terkait dengan kata apes ini.

Pertama, apes berarti ringkih, sekeng lan ora kuwat nanggulangi; yakni kondisi lemah, juga tidak mampu berbuat apa-apa ataupun menyangganya. Kondisi semacam ini dapat terkait dengan keadaan fisik seseorang, dapat juga terkait dengan kondisi kehidupan ekonomi, politik, dsb.

Kedua, orang disebut apes ketika ia atau mereka nandhang utawa ngalami kacilakan, yakni orang sedang mengalami musibah, kecelakaan dsb. Contoh korban Kanjuruhan Malang sangat pas dengan arti kedua ini. Sedang arti ketiga, apes sering dikaitkan dengan naga dina, hitung-hitungan hari, lalu sering disebut-sebut apesjalari cilaka, membawa atau menjadi pemicu ketidakberuntungan.

Itulah mengapa sampai saat ini masih saja orang “mencari hari baik” lewat berbagai hitung-hitungan, terutama ketika hendak melaksanakan suatu keputusan (penting). Untuk apa? Kareben ora apes, jawabnya.

Adakah kaitan antara apes dengan apusTembung apus mengandung dua makna, yaitu (i) pepes (baca seperti mengucapkan gemes) ora bisa mundhak gedhe, kunthet; tumbuh kembang seseorang (anak lebih-lebih) yang terhambat. Kosakata sekarang stunting. Apus juga berarti (ii) tali perabotan abah-abah jaran, tali untuk pengendali seekor kuda.

Apus ada kaitannya dengan apes manakala kata itu diucapkan berulang menjadi apus-apus, atau menjadi diapusi karena keduanya menjelaskan adanya tindakan penipuan sehingga  menjadikan apes bagi orang yang tertipu. Lebih heboh lagi kalau apus-apus itu berkembang dan membentuk sikap apirowang.

 

Apirowang

Apirowang, inilah tantangan hidup “terbesar” saat ini, karena semakin banyak orang “modus” lewat sikap tidak tulus, berpura-pura, serba seolah-olah, dan paling berat adalah munafik. Ini semua sikap apirowang, yaitu ethok-ethok mitulungi, pura-pura mau membantu sepenuh hati, jebule….mung modus.

 Mengapa  banyak orang berpura-pura, penuh ethok-ethok, seolah-olah berjuang demi kepentingan masyarakat banyak, eh … jebule mung dinggo keuntungane dhewe, demi keuntungan diri sendiri saja?

Jawaban sangat umum ialah karena orang-orang menempuh semacam itu demi menutupi kekurangan dirinya. Mau contoh? Wah… banyak bangetlah gaya hidup apirowang itu, dan menghinggapi siapa pun dari kalangan atau posisi mana pun.

Itu semua dilakukan sekedar sebagai modus menutupi kekurangan atau ketidakpercayaan dirinya, dan bahkan kalau sudah ada orang sebagai korban, ia nge-prank, berkata: “Hehehehe..kutipu kau, salahmu mau!” Edan nggak orang seperti itu?

Bertobatlah hai orang-orang model apirowang: serba seolah-olah, berpura-pura, tidak tulus, ethok-ethok, kaya yak-yaka; kembali ke jalan tuluslah sehingga terhindarlah orang-orang/masyarakat dari apes dan apus-nya.

Ingat, siapa yang Anda tipu itu adalah saudara kita sendiri, saudara sebangsa setanah air, Indonesia.

 

#https://suarabaru.id/2022/10/17/panggung-kehidupan-tidak-tulus-ada-saja-orang-kena-apes-apus-amargo-apirowang

 

Tag

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp
Kategori
Nih jawaban buat kalian yang masih bingung benefit beasiswa masuk di SCU dan biaya kuliahnya yang affordable. Kalau udah paham langsung gassss yaa! 

Daftar online
pmb.unika.ac.id 

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 H ✨

#IdulAdha
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Gak usah galau SNBT ah, goyangin aja bareng D”CEMESH yuk 🤭

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Mau punya dosen asik - asik + suasana kuliah yang joyful? Yuk, buktikan sekarang!

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Namanya proses ada aja lika likunya, tapi jangan sampai salah pilihan, karna hanya SCU yang nyenengin ☺️ 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Hola ✨ yuk manfaatkan kesempatan mendapatkan Beasiswa Christian Youth di SCU. 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Kuliahnya seasik ini di @dkvscu, tempat yang tepat buat explore kreativitasmu 🫰

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#DKV
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
This error message is only visible to WordPress admins
There has been a problem with your Instagram Feed.

Share:

More Posts

Send Us A Message