SOTY SCU 2026 Persiapkan Delegasi Mahasiswa Berprestasi Menuju PILMAPRES Nasional 2027

Soegijapranata Catholic University (SCU) kembali menyelenggarakan ajang Student of The Year (SOTY) 2026 sebagai wadah untuk memilih mahasiswa terbaik sekaligus mempersiapkan delegasi universitas yang siap berkompetisi di tingkat nasional melalui Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES). Puncak rangkaian kegiatan tersebut dikemas dalam Uji Publik SOTY 2026 di Teater Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan, Jumat (26/6), yang menghadirkan 10 mahasiswa terbaik dari masing-masing fakultas untuk memaparkan gagasan kreatif mereka.

Ketua Pusat Pengembangan Kepribadian Mahasiswa (PKM) SCU, Basilius Oda Sanjaya, S.Psi, M.Psi, Psikolog, menjelaskan bahwa SOTY merupakan ajang tahunan untuk memilih mahasiswa terbaik sekaligus merefleksikan kualitas proses pendidikan di SCU. “SOTY juga menjadi pesta akademik untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran dan pendampingan di fakultas mampu menghasilkan mahasiswa yang unggul, baik dari sisi prestasi, karakter, pengalaman, maupun kemampuan menyampaikan gagasan,” jelasnya.

Menurut Oda, penyelenggaraan SOTY tahun ini memiliki orientasi baru yang lebih kuat, yakni menyelaraskan proses seleksi dengan standar PILMAPRES. Langkah tersebut merupakan upaya universitas dalam mendorong budaya pendampingan prestasi mahasiswa agar tidak berhenti pada kompetisi internal kampus.

“Harapannya kompetisi di dalam kampus justru menjadi pemicu agar mahasiswa siap bersaing di luar. Jadi bukan sekadar mencari juara antar fakultas, tetapi membangun kapabilitas seluruh mahasiswa supaya mampu menjadi representasi SCU di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh finalis memperoleh kesempatan yang sama untuk dipersiapkan sebagai delegasi universitas, terlepas dari hasil akhir kompetisi. Dengan demikian, proses pembinaan tidak berhenti setelah pengumuman pemenang.

Adapun para peserta dinilai melalui 3 indikator, yakni Gagasan Kreatif, Capaian Unggulan, dan kemampuan berbahasa Inggris. Capaian unggulan mencakup berbagai prestasi yang telah diraih mahasiswa, seperti kemenangan dalam kompetisi, publikasi ilmiah, kiprah organisasi, hingga kontribusi kemanusiaan dan kewirausahaan. Sementara itu, gagasan kreatif berfokus pada solusi inovatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebelum memasuki tahap presentasi publik, seluruh finalis mengikuti rangkaian pendampingan selama lebih dari satu bulan sejak 15 Mei 2026. Pendampingan meliputi penguatan personal branding dan portofolio prestasi, pelatihan penulisan gagasan kreatif, kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris, simulasi presentasi, hingga karantina selama 3 hari 2 malam untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan penyampaian ide. Setelah karantina, peserta kembali mengikuti sesi pendampingan yang berfokus pada penguasaan panggung dan teknik presentasi agar mampu mengkomunikasikan gagasan secara efektif di hadapan dewan juri.

Gagasan yang dipresentasikan para finalis mengangkat berbagai isu, mulai dari peningkatan prestasi mahasiswa, kesehatan mental, pengembangan pangan alternatif, hingga keberlanjutan lingkungan. Lebih dari itu, ide-ide yang dinilai relevan akan menjadi masukan bagi universitas untuk dikembangkan lebih lanjut.

Picture of Humas

Humas