Diskusi Bulanan Teknik Sipil SCU Beri Pemahaman Mahasiswa Pentingnya Kolaborasi dalam Perancangan Bangunan

Program Studi Teknik Sipil Soegijapranata Catholic University (SCU) melalui Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil (KMTS) menyelenggarakan Diskusi Bulanan secara daring melalui pada Kamis (25/6). Mengusung tema “Designing Buildings, Not Just Structure,” forum ini diselenggarakan sebagai respons terhadap perkembangan dunia konstruksi yang menuntut perancang bangunan untuk tidak hanya berfokus pada kekuatan struktur.

“Perancangan bangunan saat ini tidak hanya cukup hanya berfokus pada kekuatan struktur, tetapi juga harus mempertimbangkan fungsi, kenyamanan, estetika, keberlanjutan serta kebutuhan pengguna bangunan,” kata Ronaldo Richard Gunawan, S.T, M.T, M.M. Ia pun menjelaskan diskusi ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam menghasilkan bangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini maupun di masa depan.

Menghadirkan Structural Engineer PT. Biro Benda Indonesia, Yonathan Billy Christian, S.T, mahasiswa diberikan pemahaman pentingnya kerja sama berbagai bidang dalam perancangan bangunan. Selain aspek arsitektur yang mengatur bentuk dan tata ruang bangunan, diperlukan pula perencanaan struktur untuk memastikan bangunan aman dan kokoh, serta Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP). Adapun MEP yaitu sistem utilitas bangunan yang mencakup instalasi listrik, air bersih, sanitasi, pendingin ruangan, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

“Aspek arsitektur, struktur, dan MEP bukanlah bagian yang berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi satu sama lain dalam proses perancangan bangunan,” tegas Yonathan. Menurutnya, proses perancangan bangunan membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak agar hasil akhirnya dapat diwujudkan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Kepada mahasiswa, Yonathan juga membagikan pengalaman dalam menangani berbagai proyek, mulai dari restoran, vila, gereja, gudang, hingga bangunan universitas. Ia pun mengajak mereka untuk memahami bangunan sebagai bukan hanya soal konstruksi yang kuat, melainkan juga bagaimana bangunan tersebut dapat digunakan dengan nyaman, aman, dan berfungsi dengan baik.

Picture of Humas

Humas