Hadirkan Akademisi Filipina, FEB SCU Perluas Wawasan Global Mahasiswa tentang Praktik Bisnis Berkelanjutan di Asia Tenggara

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan menghadirkan 2 dosen tamu dari University of San Carlos (USC), Filipina secara langsung di Teater Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan, Rabu (10/6). Kedua dosen tamu tersebut yaitu Eleanor D. Paclijan, Ph.D (Department of Accounting) dan Moanna Janica Senoc, M.B.A (Department of Business Administration).

Fokus Bahasan

Kuliah yang diikuti mahasiswa FEB SCU tersebut membahas tentang isu dan tren keberlanjutan dalam praktik bisnis di Asia Tenggara, khususnya Filipina. Melalui studi praktik pengelolaan keuangan UMKM di Kota Cebu, Filipina, Monna mengulas pengaruh perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan bisnis yang berkelanjutan. “Kerja sama antar akademisi Indonesia dan Filipina menjadi penting untuk memahami berbagai perspektif mengenai isu keberlanjutan yang semakin berkembang. Riset bersama dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku konsumen dan praktik bisnis berkelanjutan di kedua negara,” kata Moanna.

Sementara, Eleanor membahas hubungan tersebut melalui perspektif akuntansi dengan mencontohkan tren laporan berkelanjutan yang telah berkembang di berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Ia menyoroti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan sosial, yang akhirnya mendorong perusahaan untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan.

Kerja Sama

Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kerja Sama FEB SCU, Dr. Ranto Partomuan Sihombing, S.E, M.Si menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu implementasi kerja sama yang telah dijalin pihaknya bersama USC selama puluhan tahun. Setiap setahun sekali, keduanya saling mengirimkan dosen tamu untuk mengajar di masing-masing perguruan tinggi.

“Kehadiran dosen tamu dari luar negeri ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai berbagai tren dan isu global, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Jadi tidak hanya teori, mereka juga dapat memperoleh perspektif internasional, terutama mengenai kondisi dan praktik bisnis yang berkembang di Filipina,” ujar Ranto.

Kedua dosen tamu juga berkesempatan berkunjung ke salah satu proyek pengabdian kepada masyarakat garapan SCU, Green Fresh Farm (GFF) Jatirejo. GFF merupakan kampung edukasi wisata berbasis peternakan sapi perah yang terletak di Kel. Jatirejo, Kec. Gunungpati, Kota Semarang.

“Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan SCU tidak hanya sekedar memberikan bantuan, melainkan juga mengajarkan masyarakat mengembangkan kemampuannya sendiri. Ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi kami,” kesan Eleanor.

Selain pertukaran dosen, implementasi kerja sama lainnya adalah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersama. Ada pula pertukaran mahasiswa yang rencananya akan direalisasikan pada Januari 2027 mendatang. “Dari USC akan mengirimkan mahasiswanya dan akan di sini (SCU) selama kurang lebih 2 minggu,” terang Ranto.

Picture of Humas

Humas