
Segenap sivitas akademika Soegijapranata Catholic University (SCU) memberikan penghormatan terakhir kepada Dosen Fakultas Psikologi (FPsi), Dra. Venansia Sri Sumijati, M.Si, Psikolog yang telah berpulang pada Rabu, 10 Juni 2026. Prosesi penghormatan terakhir berlangsung dengan doa dan pemberkatan jenazah oleh Rm. Sbastianus Prasetya Aditama N., M.Hum, Pr di Kapel St. Ignatius, Kampus 1 SCU Bendan pada Kamis, 11 Juni 2026. Bukan hanya sivitas akademika, sejumlah alumni FPsi SCU turut memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang yang lebih akrab disapa dengan panggilan “Bu Asih.”
Mendiang telah menjadi keluarga besar SCU sebagai dosen FPsi selama kurang lebih 36 tahun, terhitung sejak bergabung pada 1 September 1989. Sepanjang menjalani perutusan di SCU, beliau pernah diberi berbagai amanat penting di fakultas. Beberapa di antaranya seperti Ketua Pusat Pelayanan Gangguan Perkembangan Anak (P2GPA) “Renaning Siwi,” atau sekarang menjadi Pusat Psikologi Terapan (PPT) pada 2007-2011; Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM) pada 2011-2014; Wakil Dekan I pada 2014-2018; Koordinator Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada 2018-2022, hingga; Ketua Program Studi S1 Psikologi pada 2022–2025.

Rektor SCU, Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T, M.Comp.IT, Ph.D mengenang almarhumah sebagai sosok yang penuh kasih, sebagaimana panggilan yang selama ini melekat pada dirinya. Menurutnya, karakter tersebut tidak hanya terlihat dalam hubungan dengan rekan kerja, melainkan juga dalam cara beliau mendampingi mahasiswa dan menjalankan tugas sebagai pendidik. “Dari banyak interaksi yang kami lakukan, saya merasakan bahwa beliau benar-benar penuh kasih. Banyak orang bisa merasakan bagaimana beliau berdiskusi, bercanda, dan mendampingi siapa saja dengan hangat,” kesannya dalam sambutan.
Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa almarhumah tetap menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap tugas dan tanggung jawabnya meskipun kondisi kesehatannya menurun. Semangat pengabdiannya terlihat dari upaya beliau untuk tetap terlibat dalam berbagai aktivitas akademik. “Dalam sakitnya pun, beliau masih berusaha untuk tetap mengajar, tetap berjumpa dengan para mahasiswa, dan tetap bersama dengan kolega. Saya kira itu adalah teladan terbaik bagi kita semua,” katanya.
Suasana haru turut mewarnai prosesi ketika putri pertama almarhumah, Edith Vina Ekatantri, mengungkapkan rasa syukur karena kampus telah menjadi tempat yang begitu berarti dalam perjalanan hidup ibundanya. “Saya sangat berterima kasih karena sudah memberikan kesempatan bagi mama saya untuk (siang ini) disemayamkan di tempat yang sudah menjadi rumah kedua baginya,” ungkapnya.
Kepergian Dra. Venansia meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar SCU, khususnya FPsi. Namun, dedikasi, keteladanan, serta semangat pelayanan yang telah ditunjukkan selama puluhan tahun akan terus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dalam melanjutkan karya pendidikan dan pengabdian yang telah beliau perjuangkan.









