Komitmen Laboratorium Kewirausahaan FEB SCU Lahirkan Wirausahawan Muda, Rintis Bisnis jadi Capaian Pembelajaran Mahasiswa 

 

Laboratorium (Lab.) Kewirausahaan (KWU), Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Soegijapranata Catholic University (SCU) menunjukkan komitmennya dalam melahirkan wirausahawan muda melalui penyelenggaraan Festival Kewirausahaan “Mencetak Wirausaha Tangguh di Era Ketidakpastian” di Gedung Justinus, Kampus 1 SCU Bendan, Senin (29/6).

Kegiatan ini menjadi capaian pembelajaran Mata Kuliah KWU dari 20 dan 25 kelompok mahasiswa Program Studi Teknik Elektro dan Program Konsentrasi KWU, Program Studi Manajemen. Sebelumnya, mereka diminta merintis bisnis sejak awal semester didampingi Lab. KWU. Sementara itu, mahasiswa mencari ide bisnis, membuat prototype, hingga menghasilkan produk yang layak jual dan siap dipasarkan.

“Ada yang bisnisnya sudah running sebelumnya, ada juga yang baru mulai (berbisnis) setelah mengikuti mata kuliah ini. Bagi mereka yang mengambil Program Konsentrasi KWU, bisnis yang mereka pamerkan (ini) akan digunakan untuk tugas akhir mereka, tinggal diarahkan fokus bahasan topiknya ke inovasinya, proses produksinya, atau strategi pemasarannya,” kata Kepala Lab. KWU SCU, Dr. Chatarina Yekti Prawihatmi, S.E, M.Si.

Terkhusus untuk mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, mereka diarahkan untuk mengembangkan produk bisnis yang berkaitan dengan latar belakang keilmuannya. Dr. Yekti, sapaan akrabnya, mencontohkannya seperti memberikan sentuhan inovasi teknologi pada makanan, seperti alat peniris minyak atau perangkat pendukung proses produksi yang sejenis.

“Kalau produknya makanan, rasanya harus enak, higienis, dan tampilannya menarik. Kalau produk non makanan, fungsinya juga harus benar-benar berjalan. Ada yang membuat lampu belajar, robot gantungan kunci, hingga berbagai produk inovatif lainnya. Mereka juga wajib membuka pre-order atau langsung menjual produknya pada festival ini,” tambah Dr. Yekti. Selain mahasiswa, Lab. KWU juga melibatkan 32 pelaku UMKM dampingannya untuk turut memasarkan produknya dalam kegiatan ini.

Pembelajaran ini menurut Dr. Yekti penting untuk menanamkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman mereka untuk merintis bisnis yang berkelanjutan. Maka dari itu, pihaknya bukan hanya hadir dalam memberikan pendampingan, melainkan juga membangun ekosistem pembelajaran kewirausahaan melalui coaching, mentoring, konsultasi bisnis, workshop, pelatihan, field trip, hingga kesempatan menjadi narasumber bersama dosen untuk membagikan pengalaman wirausaha. Bukan hanya mahasiswa, melainkan juga terbuka untuk UMKM baik yang sudah maupun ingin didampingi.

“Meskipun kondisi ekonomi sedang tidak mudah, kami ingin meyakinkan mahasiswa bahwa mereka selalu memiliki peluang selama mau berusaha, kreatif, dan terus belajar. Target kami adalah melahirkan sarjana yang juga menjadi wirausahawan dalam 7 semester,” pungkas Dr. Yekti.

Ada pula workshop yang dihadirkan dalam Festival Kewirausahaan kali ini yaitu “Manajemen Modern untuk Bisnis Rintisan” yang diikuti mahasiswa baru. Adapun tujuan workshop yakni memberikan pemahaman awal mengenai proses membangun usaha sejak tahap ide hingga pengurusan legalitas, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikasi halal.

Picture of Humas

Humas