Respons Perubahan Iklim, Kuliah Tamu Internasional FK SCU Ajak Mahasiswa Pahami Dampaknya pada Risiko dan Penyebaran Penyakit

Dampak perubahan iklim terhadap risiko dan penyebaran penyakit menjadi bahasan dalam International Guest Lecture yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran (FK) Soegijapranata Catholic University (SCU) di Teater Fransiskus Assisi, Kampus 2 SCU BSB, Jumat (16/10). Mengusung tema “Warming Waters, Rising Fevers: Climate & Pathogens (Integrating One Health into Disease Epidemiology),” topik tersebut dibahas Prof. Dr. drg. Claudia Surjadjaja, M.P.H., M.Sc., DrPH (Executive Director ALERTAsia Foundation, Indonesia; Director of Advocacy and External Relations, Asia, World Mosquito Program, Monash University Australia).

Perubahan Lingkungan dan Tren Penyakit

Prof. Claudia mengajak mahasiswa memahami tren penyebaran penyakit sebagai salah satu dampak dari perubahan lingkungan. Perubahan ini salah satunya tercermin dari penyakit tropis atau tropical disease, seperti dengue dan malaria, yang sekarang sudah tidak lagi bisa dipahami hanya berdasarkan letak geografis suatu wilayah. Hal ini menurutnya dapat dipengaruhi: suhu; pola hujan; kondisi lingkungan; perubahan ekosistem, yang mendukung keberadaan organisme pembawa penyakit, sehingga diperlukan pemantauan risiko penyakit secara berkelanjutan. “Apalagi zaman sekarang orang mau ke mana-mana sangat dimudahkan. Itu juga berpengaruh terhadap penyebaran dan pergeseran tren penyakit,” kata Prof. Claudia.

Merespons hal tersebut, Prof. Claudia memperkenalkan One Health Framework, pendekatan yang memandang bahwa kesehatan manusia; hewan; lingkungan sangat berkaitan dan bergantung satu sama lain. “Kerusakan ekosistem, perubahan keanekaragaman hayati, serta pergeseran habitat dapat mengubah pola interaksi yang berpotensi meningkatkan paparan manusia terhadap penyebab penyakit,” tegasnya.

Latar Belakang

Wakil Dekan Bidang Inovasi, Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama FK SCU, Perigrinus H. Sebong, S.Km., M.P.H. menjelaskan bahwa topik ini dilatarbelakangi oleh dampak perubahan iklim yang kian marak dirasakan. Dalam hal ini, khususnya di Indonesia yang merupakan negara tropis.

Ia pun menilai pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap hal tersebut sebelum diterjunkan kepada masyarakat. “Kami ingin menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk mendalami secara mendalam, bagaimana perubahan iklim dan dampaknya dapat mempengaruhi pergeseran pola penyakit tertentu berikut faktor-faktor yang mempengaruhi penularannya,” katanya. Rangkaian Dies Natalis: Mendukung Internasionalisasi Lebih dari itu, Dekan FK SCU, dr. Edward Hartono, M.A.R.S. mengatakan bahwa forum ini merupakan pembuka Rangkaian Dies Natalis ke-8 fakultas yang akan jatuh pada Maret 2027 mendatang. Lebih lanjut, kuliah tamu menjadi upaya pihaknya dalam memperluas wawasan mahasiswa tentang tantangan kesehatan global berikut peluang karier dokter di kancah internasional.

“Ini menjadi program awal kami untuk internasionalisasi fakultas. Memperkenalkan mahasiswa juga bahwa peluang karier dokter tidak hanya di dalam negeri, namun juga di luar, dan bermacam-macam, seperti berkarya di WHO, menjadi peneliti, di bidang manajemen, atau kalau mempunyai passion mengajar bisa menjadi dosen,” tegasnya.

Picture of Humas

Humas