
Soegijapranata Catholic University (SCU) memperpanjang kerja sama dengan Pemkab Demak melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Bupati Demak, Rabu (7/10). Penandatanganan dilakukan Rektor SCU, Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T., M.Comp.IT., Ph.D., bersama Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, S.E. Dalam kesempatan tersebut, Rektor SCU didampingi Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) SCU, Prof. Dr. Y. Trihoni Nalesti Dewi, S.H., M.Hum., dan Kepala Pusat Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (P3M) SCU, Rudy Elyadi, S.E., M.M. Perpanjangan kerja sama ini bertujuan memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi masyarakat pesisir Demak.
Memperkuat Kerja Sama
Prof. Trihoni menjelaskan bahwa perpanjangan kerja sama ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas program yang telah berjalan sekaligus memperluas peluang kerja, khususnya di bidang lingkungan pesisir. “Kerja sama yang sudah berlangsung tetap diperkuat kampus, kualitasnya diperdalam, dan programnya ditambah,” ujarnya.
Salah satu program yang dilanjutkan ialah keterlibatan mahasiswa SCU melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam Verifikasi dan Validasi (VerVal) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di sejumlah desa di Kec. Wonosalam, Kab, Demak. Ke depan, VerVal direncanakan menjangkau desa-desa lain untuk mendukung pendataan kebutuhan perumahan masyarakat.
Kerja sama ini juga mencakup kelanjutan penelitian pencegahan dan penanganan stunting pada balita di wilayah pesisir Demak. Penelitian juga melibatkan mahasiswa SCU peserta KKN untuk mendata keluarga dengan balita untuk mengidentifikasi risiko stunting guna mendukung perumusan langkah pencegahan. “Data yang samkin lengkap dan akurat tentunya akan mendukung penanganan pencegahan stunting yang lebih tepat,” jelas Prof. Trihoni.
Kembangkan Kajian Lingkungan Pesisir
Bersamaan dengan itu, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan kajian lingkungan pesisir yang menjadi salah satu bidang keunggulan SCU. Sejumlah luaran kerja sama yang pernah dilakukan antara lain: pengembangkan rumah apung dan rumah amfibi sebagai rumah adaptif banjir bagi masyarakat pesisir yang terdampak rob oleh Pusat Studi Manusia, Lingkungan, dan Teknologi (MLT) SCU; kajian pengasapan ikan oleh Fakultas Teknologi Pertanian (FTP); pemberdayaan perempuan pesisir melalui Pusat Studi Perempuan SCU. Menurut Prof. Trihoni, perhatian terhadap isu pesisir juga tercermin dalam berbagai hibah penelitian yang tersedia. “Kini, hibah penelitian banyak berfokus pada pesisir,” ujarnya.
Kampus juga membuka peluang program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) oleh Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL) bagi dinas di tingkat kabupaten maupun provinsi. RPL memungkinkan pengalaman dan pembelajaran sebelumnya diakui sebagai satuan kredit semester (SKS). “Harapannya banyak staf pemerintah daerah bisa diakui beberapa SKS, kemudian melanjutkan kuliah,” tambah Prof. Trihoni.









