
Lima mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Soegijapranata Catholic University (SCU) mengembangkan kompetensi literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Mereka mengikuti Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) AI Bootcamp & National Competition “Magnificia Humanitas: Lead Beyond AI” pada 7-10 Oktober 2026 di Wisma Syantikara, Yogyakarta.
Kelima mahasiswa tersebut yakni: Genoveva Shelby; Niki Sugianto; Frederica Vanya; Mathilda Louisa Herka Puspita; Aloisius Bafinto Christwantara. Mereka bergabung dengan 20 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari empat perguruan tinggi anggota APTIK lainnya: Unika Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Unika Indonesia Atma Jaya Jakarta, Unika Widya Mandala Surabaya (UKWMS); Unika Widya Mandira (UNWIRA) Kupang.
Bootcamp and National Competition
Kedua puluh lima mahasiswa tersebut dibagi dalam sejumlah kelompok untuk berdiskusi dan melakukan ekskursi lapangan di Jalan Malioboro dan Keraton Yogyakarta. Hasil observasi tersebut kemudian dianalisis sentimen dengan mengaitkan kehumasan dan komunikasi pemasaran. Selain itu, mahasiswa juga diminta untuk membuat produk jurnalistik berdasarkan hasil ekskursi yang kemudian dilombakan dalam kompetisi nasional yang menjadi luaran penelitian.
Kompetisi ini sekaligus menjadi luaran bootcamp, di mana mahasiswa diminta menyusun dan mempresentasikan hasil proyek secara berkelompok di hadapan para dosen peneliti. Empat mahasiswa SCU, yakni Louisa, Shelby, Vanya, dan Niki, kelompoknya masing-masing berhasil meraih Juara 1, 2, 3, dan Harapan 1.
Mengembangan Modul Pembelajaran Literasi AI
Bootcamp ini merupakan rangkaian penelitian yang dilakukan Dosen Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) SCU, Elizabeth Florence Warikar, S.I.Kom., M.I.Kom. bersama sejumlah dosen program studi yang sama dari 4 perguruan tinggi anggota APTIK yang turut mengirimkan mahasiswanya. Penelitian didukung Kemendiktisaintek RI melalui skema hibah Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) dengan luaran yang menghasilkan 14 modul pembelajaran. “Penerapan salah satu modul yang kami buat yaitu design thinking, yang menjadi inti dari proyek prototipe modul pembelajaran berbasis KA (kecerdasan artifisial),” jelas Flo.
Lebih lanjut, Flo menjelaskan bahwa pihaknya akan melanjutkan penerapan modul pembelajaran ini sejalan dengan program bootcamp. “Modul ini kami rancang untuk satu semester, akan tetapi karena bootcamp-nya hanya 4 hari, maka kami maksimalkan untuk menyelesaikan 14 modul selama bootcamp, ” tambahnya.
Sejalan dengan itu, Ketua Peneliti, Mario Antonius Birowo, Ph.D. berharap luaran penelitian dapat menjawab kebutuhan akan kompetensi yang berkaitan dengan penggunaan AI, khususnya di bidang Ilmu Komunikasi. “Karena kami melihat kurikulum pembelajaran Program Studi Ilmu Komunikasi masih belum mengaitkan dengan penggunaan AI secara menyeluruh,” katanya.
Ke depan, pihaknya berencana menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai evaluasi guna menyempurnakan modul pembelajaran sebelum diserahkan kepada Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM). Modul tersebut pun diharapkan dapat menjadi rujukan pengembangan literasi AI bagi Program Studi Ilmu Komunikasi di Indonesia.









