
Soegijapranata Catholic University (SCU) menerima penghargaan Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) RI. Penghargaan ini diberikan secara langsung Menko PM RI, Dr. (HC)Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si kepada Kepala Sekretariat Universitas,Ā Lisa Herawati, S.E., M.Ak. pada Rakornas Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kota Salatiga, Kamis (15/10).
Apresiasi ini diberikan atas komitmen dan kontribusi SCU dalam meningkatkan kapasitas SDM, khususnya melalui pemberdayaan masyarakat desa. Kontribusi tersebut dilanjutkan melalui perluasan akses pendidikan tinggi bagi Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD). Dalam rangkaian Rakornas, SCU bersama 11 perguruan tinggi lainnya menandatangani deklarasi komitmen dukungan pendidikan bagi kader desa pada 2027. Secara kolektif, komitmen tersebut mencakup dukungan pendidikan bagi 2.792 kader dari seluruh perguruan tinggi yang terlibat.
Rektor SCU, Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T., M.Comp.IT., Ph.D., menegaskan bahwa komitmen ini menjadi bentuk pihaknya membuka akses pendidikan tinggi bagi KPMD meningkatkan kompetensi melalui pendidikan formal. Dukungan tersebut dihadirkan dalam berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program S1 hingga S3 baik reguler maupun melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). āJadi, kita secara khusus memberikan kuota beasiswa untuk mereka berupa skema potongan biaya pendidikan yang disesuaikan dengan program yang dipilih,ā kata Robertus.
Lebih lanjut, Robertus menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan merupakan langkah baru universitas. āUntuk peningkatan kompetensi, tentu saja bukan pertama kalinya. Namun, untuk pemberian beasiswa, ini pertama kalinya kita secara khusus memberikan perhatian kepada masyarakat desa,ā jelasnya.
Menguatkan Kapasitas melalui Tridharma
Komitmen tersebut melanjutkan kontribusi SCU dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selama ini, SCU mendukung pengembangan kapasitas masyarakat melaluiĀ program pengabdian kepada masyarakat, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kuliah Kerja Usaha (KKU), Kuliah Kerja Sinergis (KKS). Program-program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk menerapkan pengetahuan sekaligus mendampingi masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.
Sejalan dengan itu, Dr. (HC) Muhaimin atau akrad siapa Cak Imin, menegaskan pentingnya sinergi pemerintah dan perguruan tinggi dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat. āPerguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan mendorong pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,ā ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jateng, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan, āKerja sama pemerintah dan perguruan tinggi penting untuk mendukung pendampingan masyarakat desa, penyediaan data lapangan yang valid, serta upaya pengentasan kemiskinan,ā pungkasnya.
Forum ini turut dihadiri Wamendiktisaintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.; Wawalkot Salatiga, Nina Agustin; Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertent,Ā Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris; serta sejumlah pejabat kementerian dan pimpinan perguruan tinggi.









