Keterlibatan SCU dalam Forum ASEACCU Ikut Tegaskan Pentingnya Nilai Kemanusiaan di Tengah Hadirnya AI dalam Dunia Pendidikan

Soegijapranata Catholic University (SCU) berpartisipasi dalam 32nd Association of Southeast and East Asian Catholic Colleges and Universities (ASEACCU) General Assembly and Conference 2026 pada 18-21 Agustus 2026. Mengusung tema “Education, Hope, and Human Flourishing: Fostering Intercultural Encounter and Dialogue,” forum tahunan ini diselenggarakan di Kota Yogyakarta pada 18-21 Agustus 2026. Kali ini, Universitas Sanata Dharma (USD) dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berkesempatan menjadi tuan rumah.

SCU diwakili Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T., M.Comp.IT., Ph.D (Rektor), Maria Bramanwidyantari, S.Psi., M.A. (Dosen Fakultas Psikologi (FPsi)), serta 3 mahasiswa: Elvens Micquel Christanto (Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM)); Darnell Christoper Ong (Fakultas Teknologi Pertanian (FTP)), dan; Vivian Cristine (FPsi). Mereka hadir bersama lebih dari 250 sivitas akademika dari sekitar 60 perguruan tinggi anggota ASEACCU. Perguruan tinggi tersebut di antaranya berasal dari Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Macau, Thailand, Kamboja, Filipina, Timor-Leste, India, hingga Australia.

Memaknai Nilai Kemanusiaan di Tengah Hadirnya AI

Forum tersebut membahas arah pendidikan Katolik di tengah perkembangan teknologi, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). “Bagaimana masa depan pendidikan Katolik, agar pemanfaatan teknologi tersebut bisa tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan,” tambah Elvens.

Lebih lanjut, ia pun menjelaskan bahwa pembahasan berdasarkan sudut pandang pendidikan, teknologi, kesehatan, hingga kesejahteraan. Robertus juga menambahkan psikologi, filsafat, hingga religiusitas menjadi sekian dari banyak perspektif yang mewarnai diskusi. Pembahasan pun dikemas dalam dialog lintas negara yang juga diperkaya dengan pengenalan dan pertukaran budaya.

“Semuanya mengarah pada pentingnya perjumpaan dan relasi agar perkembangan generasi muda tidak mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan, melainkan juga bagaimana hal tersebut bisa membawa dampak bagi lingkungan sekitar,” kata Robertus.

Bertukar Pengalaman antar Mahasiswa

Baik Vivian, Elvens, maupun Darnell memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan mahasiswa dari berbagai negara. Ketiganya mengikuti berbagai program pengembangan diri hingga pengenalan budaya.

Bagi Vivian, konferensi ini membuka pandangannya untuk melihat dunia pendidikan secara lebih luas dari berbagai macam perspektif. “Kami ingin mengetahui pandangan mahasiswa dari negara lain tentang pendidikan, budaya, tradisi, kehidupan, bahkan nilai-nilai yang dipegang. Di sisi lain, kami juga ingin memperkenalkan tentang SCU serta budaya dan pengalaman kami sebagai mahasiswa di Indonesia,” lanjutnya.

Memperkuat Kerja Sama

Hingga tahun 2028, SCU dipercaya Country Representative ASEACCU dari Indonesia. Hal ini menjadikan SCU sebagai Executive Board yang nantinya akan banyak terlibat dalam pengambilan keputusan dan pengembangan organisasi. “Ke depan, kami tetap akan banyak mempersiapkan program yang fokusnya untuk memperkuat interaksi antar mahasiswa dari perguruan tinggi anggota, seperti student camp atau capacity building,” tandasnya.

Picture of Humas

Humas