SCU Kembangkan Strategi Komunikasi dan Birokrasi Digital untuk Smart City Kota Ambon 

Soegijapranata Catholic University (SCU) terus memperkuat kontribusi akademiknya dalam menjawab kebutuhan transformasi digital pemerintah. Melalui penelitian yang diketuai Dosen Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK), Drs. Andreas Pandiangan, M.Si., SCU mengembangkan kajian komunikasi massa dan transformasi birokrasi digital untuk mendukung tata kelola pemerintahan berbasis Smart City di Kota Ambon.

Riset Smart City

Salah satu rangkaian penelitian tersebut berlangsung melalui Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Balai Kota Ambon pada Kamis (20/8). Forum tersebut menghimpun perspektif Pemkot Ambon, ahli birokrasi, ahli teknologi, hingga kelompok masyarakat. Mereka membahas prinsip dasar teknologi, formulasi konsep Smart City, dan penerapan teknologi sesuai kebutuhan Kota Ambon. FGD juga melibatkan Tim Pelaksana Smart City Kota Ambon dan menjadi ruang pengumpulan data bagi tim peneliti.

Andreas menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari kebutuhan untuk melihat Smart City secara lebih menyeluruh. “Selama ini, kajian Smart City di Indonesia lebih banyak berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi. Sementara itu, kepentingan masyarakat dan birokrasi sebagai pelaku Smart City perlu mendapat perhatian,” ujarnya.

Smart City Berbasis Masyarakat

Kota Ambon dipilih sebagai lokasi penelitian karena sejak 2017 termasuk dalam program 100 Kota Smart City di Indonesia. Kota berbasis Smart City memanfaatkan teknologi informasi dan digital untuk meningkatkan fleksibilitas, efisiensi, dan keberlanjutan layanan bagi masyarakat.

Namun, menurut Andreas, pemanfaatan teknologi perlu berjalan bersama dengan penguatan komunikasi dan transformasi birokrasi.“Penelitian ini menggali dan merumuskan pengembangan teori serta strategi komunikasi massa dan transformasi birokrasi digital sebagai bagian penting dari Smart City di Kota Ambon,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, tim peneliti juga mengkaji strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pemerintahan. Salah satunya melalui pengembangan platform yang memungkinkan masyarakat terlibat dalam pengambilan keputusan Pemerintahan Kota Ambon.

Selain itu, penelitian juga menggali karakteristik birokrasi digital yang mampu mendukung pengembangan layanan dan tata kelola pemerintah berbasis Smart City.

Dari Riset menuju Implementasi

Penelitian berlangsung sejak Februari dan direncanakan selesai pada November 2026. SCU menjalankan penelitian bersama Hironimus Leong (SCU) dan Ronald Alfredo, S.Sos., M.I.Kom. (Universitas Pattimura).

Hasil penelitian ditargetkan menghasilkan empat luaran. Luaran tersebut meliputi artikel jurnal bereputasi internasional, pedoman strategi komunikasi massa dan transformasi birokrasi digital, serta dua standar operasional prosedur.

Pedoman dan SOP tersebut akan mendukung pengelolaan komunikasi massa serta penggunaan media sosial, aplikasi seluler dan teknologi digital pada instansi Pemerintah Kota Ambon. “Luaran penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan strategi komunikasi massa dan transformasi birokrasi digital dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis Smart City,” tutup Andreas.

Picture of Humas

Humas