
Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses belajar menjadi wawasan yang diperoleh guru dan murid SMA N 1 dan SMA Kesatrian 1 Semarang dalam Forum “Deep Diving for Young Researchers.” Forum tersebut diselenggarakan Perpustakaan bersama UPT Promosi dan Rekrutmen Mahasiswa (PRM) Soegijapranata Catholic University (SCU) di Lib Cafe, Kampus 1 SCU Bendan pada Kamis (13/8).
Berbagi Pengetahuan
Bersama Dosen Program Studi Sistem Informasi (SI) SCU, Ir. Andre Kurniawan Pamudji, S.Kom., M.Ling., para guru dan siswa diberikan pemahaman tentang peran AI sebagai pendukung proses pembelajaran. Pengetahuan ini menurut Guru Kimia SMA Kesatrian 1, Shobirotu Salamah, S.Pd., Gr. memberikan manfaat baik bagi siswa maupun guru sepertinya. Ia melihat AI sebagai alat bantu yang dapat membuat proses belajar dan persiapan pembelajaran menjadi lebih efektif.
“Mereka diajarkan cara menggunakan AI agar bisa dimanfaatkan dengan sebagaimana mestinya. Jadi bukan untuk berbuat curang, melainkan digunakan untuk membantu dalam proses belajar, termasuk juga mengerjakan tugas-tugas sekolah,” kata Salamah.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga dirasa relevan baginya sebagai seorang pendidik dengan praktik pembelajaran yang selama ini telah dilakukan. Salamah sendiri mengaku ia telah memanfaatkan AI dalam mendukung aktivitas pembelajaran, salah satunya untuk membantu membuat soal dan mengembangkan media pembelajaran. Adapun media tersebut di antaranya mulai dari bahan atau materi presentasi hingga video pembelajaran.
“Kalau kita mau membuat rencana pembelajaran dan media pembelajaran secara manual, effort-nya sangat banyak dan membutuhkan waktu yang lama. Biasanya kami generate dari AI, kemudian kami edit kembali menggunakan bahasa kami masing-masing,” katanya.
Namun demikian, penggunaan AI ini menurutnya mesti perlu disertai penyesuaian dari guru. Tujuannya agar materi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran sekaligus mendorong siswa tetap berpikir mandiri.
“Biasanya saya menggunakan AI untuk membuat soal, tetapi angka-angkanya saya ubah sesuai dengan keinginan saya sendiri. Kadang senyawanya juga diubah. Jadi bagaimana caranya anak-anak tidak menggunakan AI untuk cheat,” jelasnya.
Tujuan dan Latar Belakang
Kepala UPT Perpustakaan SCU, Melania Adirati, S.Hum., M.A., menjelaskan bahwa pihaknya berupaya membekali para siswa dengan keterampilan yang mereka perlukan sebelum memasuki perguruan tinggi, terutama dalam mencari dan menilai informasi.
“Pemilihan topik ini sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Mereka lahir sudah ada teknologi, sudah ada AI, tetapi belum tentu punya keterampilan untuk memahami sejauh mana AI boleh dipakai dan bagaimana menggunakannya untuk tugas,” ungkap Melania.
Lebih lanjut, Melania menilai kehadiran AI membuat kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting. Karena itu, siswa tidak hanya diperkenalkan pada AI yang menghasilkan jawaban secara instan, tetapi juga diarahkan untuk tetap menjadi pihak yang berpikir, menilai, dan mengambil keputusan atas informasi yang diperoleh. “AI itu tidak perlu ditakuti karena kita bisa menjadi partner dengan AI. Kita tetap sebagai otaknya, tetapi AI menjadi seperti pekerja kita,” jelasnya.









