International Undergraduate Program (IUP) Soegijapranata Catholic University (SCU) akan memberangkatkan mahasiswanya untuk mengikuti program magang internasional di Asia University (AU) Taiwan. Adapun mahasiswa yang diberangkatkan yakni Richard Alexander dan Cornelio Abdimash Christiono. Kedua mahasiswa Program Big Data Analytics and AI tersebut masing-masing akan berangkat pada akhir Maret dan Mei 2026.
Program magang internasional yang diikuti keduanya ditawarkan AU dengan skema Taiwan Experience Education Program (TEEP). Program ini merupakan inisiatif yang diberikan Pemerintah Taiwan yang dibuka khusus untuk mahasiswa asing. Selain berbayar, mahasiswa juga berkesempatan mendapatkan pelatihan budaya di sana.
Namun demikian, program magang internasional ini tidak bisa dilepaskan dari kerja sama yang telah dijalin SCU dan AU sejak lama. “Pemerintah Taiwan membuka program ini setiap tahun untuk para dosen di berbagai perguruan tinggi di Taiwan yang memiliki project. Dosen-dosen AU yang menerima TEEP ini kemudian menawarkan kepada mahasiswa IUP SCU yang memang berminat,” terang Sekretaris Direktur IUP SCU, Kristina Yuliani, SS, MA selepas kunjungannya ke AU pada 26 Februari 2026 lalu.
Lebih lanjut, Yuliani menambahkan bahwa saat kunjungan tersebut pihaknya mendapatkan tawaran serupa bukan hanya dari AU, melainkan sejumlah perguruan tinggi di Taiwan dengan skema yang sama. “Penawaran yang baru masuk ini paling cepat akan kami tawarkan ke mahasiswa pada saat awal semester depan,” tuturnya.
Kunjungan ini pun menurut Direktur IUP SCU, Peter Ardhianto, SSn, MSn, PhD menjadi upaya IUP SCU dalam memperluas akses mahasiswa terhadap program internasional. Hal ini sejalan dengan komitmen pihaknya untuk memperluas kerja sama internasional, mengingat perhatian IUP SCU yang mendorong mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar negeri selama masa studi. Selain Taiwan, pihaknya juga telah menjalin jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di negara lain seperti Singapura, Inggris, Tailan, serta beberapa negara lainnya.
“Komitmen kami adalah membuka sebanyak mungkin opsi bagi mahasiswa. Jadi mereka punya banyak pilihan kampus, sesuai fokus studi dan rencana karier masa depan mereka. Karena itu bagian dari fasilitas yang kami siapkan agar mahasiswa tetap merdeka dalam menentukan arah studinya,” kata Peter.
Selain program magang internasional, kunjungan ke AU juga membahas terkait peluang kerja sama lain seperti pertukaran dosen dan riset bersama. “Sangat memungkinkan, apalagi jika ada program hibah atau funding yang melibatkan kedua negara,” tambah Peter.









