Ratusan Mahasiswa SCU Siap Dampingi PKK, UMKM, hingga Sekolah di Kota Semarang

Ratusan Mahasiswa SCU Siap Dampingi PKK, UMKM, hingga Sekolah di Kota Semarang

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Soegijapranata Catholic University (SCU) membekali 950 mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Usaha (KKU), Kuliah Kerja Sinergis (KKS), dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik “Back to School.” Pembakalan diselenggarakan pada 13-14 dan 20-23 April 2026 di Teater Thomas Aquinas dan Auditorium Agnes Widanti, Kampus 1 SCU Bendan.

Mahasiswa diberikan pembekalan mulai dari pengenalan program KKU/KKS/KKN Tematik, teknik berkomunikasi dengan mitra dampingan, kiat menyusun program kerja, hingga sosialisasi kekerasan seksual.

Ketua Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M), LPPM SCU, Rudy Elyadi, SE, MM menilai pentingnya pembekalan ini agar mahasiswa mampu menggali kebutuhan mitra secara efektif dan merancang program kerja yang tepat sasaran. “Contohnya seperti teknik komunikasi dengan mitra yang penting, supaya informasi dari mitra bisa didapat dengan baik. Kalau tidak efektif, mahasiswa tidak akan memahami persoalan yang dihadapi mitra,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa 950 mahasiswa, sebanyak 629 di antaranya mengikuti KKU, 161 mahasiswa KKS, sementara 20 lainnya merupakan mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) yang terlibat dalam KKN Tematik.

Mereka akan ditempatkan di sejumlah wilayah dampingan yang tersebar di Kota Semarang. Untuk pendampingan UMKM, beberapa di antaranya di PSE Karangpanas, PSE Sambiroto, PSE Bongsari, PSE Sampangan, dan PSE Krapyak. Sementara itu, program KKS menyasar beberapa kelurahan seperti Tanjung Mas, Kemijen, Tegalsari, Mangunharjo, Sendangmulyo, Pudak Payung, Pongangan, dan Kandri, dengan fokus pada pemberdayaan PKK di tingkat RT dan RW.

Adapun mitra yang akan didampingi mahasiswa KKU yakni 104 pelaku UMKM, sementara mahasiswa KKS akan mendampingi 27 PKK. Ada pula 4 SMA yang juga akan didampingi oleh 20 mahasiswa IUP SCU, yaitu Karangturi, Tritunggal, Theresiana, dan Sedes Sapientiae.

Berbeda dengan dua program lainnya, KKN Tematik berfokus pada international branding bagi SMA mitra. Mahasiswa IUP SCU akan membantu sekolah dalam mengembangkan strategi pemasaran global melalui platform digital, kurikulum, serta penguatan kerja sama internasional. “Sekarang semua sekolah dituntut melakukan ekspansi promosi di berbagai belahan dunia. Maka topik international branding ini sangat urgent,” ungkap Rudy.

Mengusung tema “Adaptif dan Inovatif,” Rudy menjelaskan pihaknya ingin mendorong mahasiswa dalam menciptakan inovasi guna menjawab permasalahan yang dihadapi oleh mitra dampingan. “Seperti contohnya UMKM, mereka harus beradaptasi dengan tantangan dari luar yang dinamis dan cepat berubah. Mahasiswa diharapkan bisa membantu mereka bukan hanya untuk beradaptasi, melainkan juga bisa menciptakan terobosan-terobosan (inovasi),” jelasnya.

Sebelum dilepaskan secara resmi pada 7 Mei 2026, mahasiswa diminta untuk melakukan observasi pada 24 April – 3 Mei 2026 guna berdiskusi langsung dengan mitra untuk mengidentifikasi dan memetakan permasalahan yang dihadapi. Solusi kemudian diberikan melalui penyelenggaraan program kerja selama kurang lebih 2 bulan hingga 3 Juli 2026 mendatang.

Nantinya, hasil program kerja mahasiswa akan ditampilkan dalam Expo KKU/KKS/KKN Tematik di Kampus 1 SCU Bendan. Puncak rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memperluas dampak program melalui kerja sama dengan pemerintah, termasuk menghadirkan Dinas Koperasi dan dukungan Pemkot Semarang.

Picture of Humas

Humas