SCU Terima Studi Banding UAJY, Dalami Pengelolaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

SCU Terima Studi Banding UAJY, Dalami Pengelolaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

Soegijapranata Catholic University (SCU) menerima kunjungan studi banding dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) pada Selasa, 28 April 2026 di Lib Cafe, Kampus 1 SCU Bendan. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari tata kelola dan implementasi pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di SCU, khususnya terkait struktur organisasi, program kerja, serta integrasi nilai-nilai dalam proses pembelajaran.

Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) SCU, Prof. Dr. Heny Hartono, S.S, M.Pd menjelaskan bahwa diskusi bersama UAJY berfokus pada pelaksanaan Mata Kuliah Umum (MKU) di SCU. “Kami berdiskusi seputar pelaksanaan, teknik pelaksanaan, dan tata kelola MKU di tempat kami. Mulai dari siapa dosen pengajarnya, bagaimana proses pembelajarannya, hingga hal-hal teknis seperti pengelolaan ruang dan fasilitas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perhatian utama UAJY adalah cara nilai-nilai dasar dapat diintegrasikan dalam mata kuliah tersebut. Menurutnya, Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa.

“Mata kuliah ini menjadi sangat ‘seksi’ karena langsung berbicara tentang nilai-nilai. Kalau di mata kuliah lain, nilai-nilai itu masuk lewat aktivitas pembelajaran, tetapi di MKU kita bisa membahasnya secara eksplisit,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Heny menekankan bahwa internalisasi nilai-nilai tidak hanya menjadi tanggung jawab satu mata kuliah saja, melainkan seluruh ekosistem pendidikan di universitas. “Nilai-nilai itu bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika,” katanya.

Dalam implementasinya, SCU juga tengah mengembangkan pendekatan baru melalui proyek pembentukan karakter mahasiswa. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga keterampilan dan pengamatan terhadap perilaku mahasiswa selama proses pembelajaran.

“Mulai semester ini, kami mengembangkan project karakter. Dosen mengamati mahasiswa selama satu semester untuk melihat potensi seperti sikap kritis, kepedulian, dan kreativitas. Dari situ, mahasiswa yang menonjol akan didorong untuk berkembang menjadi pribadi yang utuh,” ungkap Prof. Heny.

Ia juga menjelaskan bahwa implementasi pembelajaran MKU di berbagai perguruan tinggi dapat berbeda, tergantung pada konteks dan kebutuhan masing-masing institusi. Namun demikian, prinsip dasarnya tetap sama, yakni mengacu pada kebijakan pemerintah yang berlaku.

Picture of Humas

Humas