
Soegijapranata Catholic University (SCU) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa melalui Teaching Reflection Day (TRD) dan SCU Learning Festival 2026 di Mini Teater Albertus, Kampus 1 SCU Bendan, Kamis (30/7). Mengusung tema “From Reflection to Transformation: Deep Learning for Meaningful Education,” forum ini mengajak para dosen untuk merefleksikan pengalaman pembelajaran selama Tahun Akademik 2025/2026.
Deep Learning
“Para dosen hadir di sini untuk memberikan ruang untuk berefleksi, melihat kembali hal-hal baik yang telah dilakukan, sekaligus membuka diri terhadap pengalaman dan perspektif baru yang dapat memperkaya proses pembelajaran,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SCU, Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, S.E., M.Si.
Bersamaan dengan itu, Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) SCU, Prof. Dr. Heny Hartono, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa forum ini juga fokus pada pendalaman pemahaman terkait Deep Learning. Tujuannya untuk memperkuat implementasi Soegijapranata Learning Model (SLM).
“Deep Learning memiliki tiga konsep utama, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Ketiga konsep tersebut sejalan dengan SLM. Ketika diterapkan secara konsisten dalam proses pembelajaran, dosen dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan memberikan dampak yang lebih maksimal bagi mahasiswa,” jelas Prof. Heny.
Budaya Refleksi
Konsep tersebut diperdalam bersama Rm. Bernardus Singgih Guritno, Pr. Rm. Ia menilai pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong mahasiswa berpikir secara mendalam; mampu merefleksikan proses belajarnya, serta; menghubungkan pengetahuan secara kontekstual.
Refleksi ini menurut Prof. Heny tidak bisa terpisahkan dari proses pengembangan kualitas pendidikan. Adanya evaluasi pengalaman mengajar serta berbagi praktik baik penting untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan tantangan pendidikan tinggi saat ini. “Harapannya budaya refleksi itu dapat menghadirkan inovasi yang kemudian terus bertumbuh di kalangan para dosen SCU,” harap Prof. Heny.









