Refleksikan Permasalahan Pendidikan di Indonesia, FGT SCU Ajak Para Guru Jawab Tantangan Pendidikan Transformatif

Para guru dari berbagai SMA/K se-Indonesia berlomba-lomba menggagas solusi kreatif untuk menjawab tantangan dan permasalahan pendidikan di Indonesia. Gagasan yang sebelumnya dikemas dalam artikel tersebut dipaparkan secara daring dalam Puncak Acara Festival Guru Transformatif (FGT) 2026 pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kompetisi yang diselenggarakan Soegijapranata Catholic University (SCU) dalam rangka Dies Natalis ke-44 tersebut telah berlangsung sejak 16 Mei 2026.

Menghadirkan Pendidikan yang Bermakna

Kompetisi rutin ini menjadi ruang bagi para guru menghadirkan karya inspiratif yang berangkat dari tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Mereka berkesempatan berbagi pengalaman dan praktik baik dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Tujuannya untuk semakin mendorong implementasi praktik pendidikan yang transformatif.

Ketua FGT 2026, Patrick Yessandro Pristantyo, S.Psi., M.Psi., Psikolog menambahkan bahwa pihaknya ingin memberikan apresiasi kepada para guru. “Kami memberikan ruang apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan dedikasinya untuk terus belajar serta menghadirkan proses pendidikan yang bermakna. Karya-karya yang dihadirkan menunjukkan praktik pendidikan yang inspiratif dan menjadi semangat transformasi dalam dunia pendidikan,” pungkasnya.

Gagasan yang dihadirkan juga tidak banyak dilepaskan dari perkembangan teknologi dan media digital. Menurut Rektor SCU, Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T., M.Comp.IT., Ph.D, adanya kedua hal ini berdampak luas bagi dunia pendidikan. “Sekarang banyak platform yang dapat dimanfaatkan agar praktik-praktik baik yang dilakukan para guru mampu menjangkau lebih banyak pendidik, termasuk di berbagai daerah,” katanya.

Sebelumnya, FGT juga menyelenggarakan Webinar Nasional pada Sabtu (6/6) dengan menghadirkan Prof. Dr. Heny Hartono, S.S., M.Pd., (Guru Besar Faculty of Language and Arts (FLA) dan Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) SCU); Juliana Pramesti, S.Pd. (Guru SMA Tarakanita 1 Jakarta), dan; Fahri Salam (Editor Project Multatuli). Mereka menyoroti berbagai persoalan pendidikan di Indonesia, mulai dari praktik pembelajaran yang masih berorientasi pada capaian akademik hingga persoalan kesejahteraan guru yang mempengaruhi kualitas proses belajar.

Rangkaian Dies Natalis ke-44 SCU: Berjumpa dan Menyala

Sebagai rangkaian Dies Natalis, Robertus menegaskan semangat FGT sejalan dengan tema  Dies Natalis, “Berjumpa dan Menyala.” Menurutnya, guru berperan penting dalam menghadirkan perjumpaan yang bermakna agar mampu menumbuhkan motivasi, semangat, dan potensi para siswa.

Semangat ini pun menurutnya juga sejalan dengan metode pembelajaran khas SCU, Soegijapranata Learning Model (SLM) yang menekankan pentingnya membangun kedekatan dengan peserta didik. “Menjadi pendidik harus memiliki 2 hal penting, yaitu keren dan dekat. Ketika guru mampu membangun relasi yang baik dengan peserta didik, proses pembelajaran akan menjadi lebih hidup dan membawa transformasi,” tegasnya.

Picture of Humas

Humas