
Soegijapranata Catholic University (SCU) menegaskan pendidikan dan pengajaran sebagai diferensiasi misi dalam menghadapi reakreditasi perguruan tinggi yang akan diajukan kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada September 2026. Arah tersebut menjadi upaya penyesuaian terhadap sistem akreditasi terbaru yang menempatkan diferensiasi misi sebagai salah satu komponen penilaian, di samping budaya mutu, relevansi, dan akuntabilitas.
Wakil Rektor Bidang SDM dan Tata Kelola SCU, Dr. Agustinus Joko Purwoko, S.H., M.Hum menjelaskan bahwa diferensiasi misi merupakan cara suatu perguruan tinggi menunjukkan kekhasan dan keunggulannya dibandingkan perguruan tinggi lain. Menurutnya, selain mencerminkan identitas perguruan tinggi, diferensiasi misi juga menggambarkan proporsi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi fokus pengembangan institusi.
Reakreditasi Perguruan Tinggi

“Di SCU, proporsi terbesar memang berada pada bidang pendidikan, sekitar 60%. Selebihnya diarahkan pada penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang tetap saling terintegrasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa fokus pada pendidikan bukan berarti mengesampingkan 2 pilar Tri Dharma lainnya. Melalui kebijakan Tri Dharma Terintegrasi yang telah dituangkan dalam Rencana Strategis Universitas, hasil penelitian diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus menjadi dasar pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
“Hasil penelitian dosen tidak berhenti sebagai luaran berupa artikel ilmiah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai materi perkuliahan, referensi pembelajaran, hingga menjadi dasar pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, ketiga unsur Tri Dharma berjalan secara beriringan dan saling menguatkan,” jelasnya.
Menurut Dr. Joko, orientasi tersebut juga diwujudkan melalui berbagai aspek pendukung pendidikan, mulai dari pembaruan kurikulum; penguatan kompetensi dosen; penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran, hingga; penciptaan suasana akademik yang mendukung Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Seluruh proses tersebut menjadi upaya memastikan kualitas pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Diferensiasi Misi

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) SCU, Stephanie Lily Indarto, S.E., M.Si., menambahkan bahwa persiapan reakreditasi telah dilakukan sejak akhir 2025 melalui pembentukan Satgas Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Salah satunya melalui Camp Satgas APT yang diselenggarakan universitas di Smart Classroom, Gedung Justinus, Kampus 1 SCU Bendan pada Senin, 3 Agustus 2026. Forum ini mengumpulkan kurang lebih 30 anggota satgas untuk fokus dalam menyelesaikan analisis data dan Laporan Evaluasi Diri (LED).
“Melalui camp ini, setiap tim bisa duduk bersama sehingga apabila ada data lintas unit yang belum sinkron dapat langsung diselesaikan. Ini penting karena banyak data yang digunakan secara bersama,” jelas Lily.









