
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Soegijapranata Catholic University (SCU) melepas 191 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lap. Albertus, Kampus 1 SCU Bendan, Jumat (31/7). Bersama 6 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), mahasiswa akan mengikuti KKN selama 3 minggu hingga 20 Agustus 2026.
Mahasiswa diterjunkan di 15 kelurahan di wilayah Paroki St. Stanislaus Girisonta, Paroki St. Yusup Ambarawa, dan Paroki St. Thomas Rasul Bedono. Untuk setiap paroki diterjunkan paling sedikit 60 mahasiswa yang dibagi dalam 10 kelompok. Adapun kelima belas kelurahan tersebar di 5 kecamatan di Kab. Semarang, yaitu Bawen, Ambarawa, Banyubiru, Sumowono, dan Jambu.
Program Kerja
Salah satu program kerja kelompok yang dilaksanakan di salah satu desa di wilayah Paroki St. Yusup Ambarawa yaitu mendampingi pelaku UMKM. Salah satu mahasiswa, Karindita Anggun Suryani menjelaskan bahwa mitra dampingannya menjual sirup jahe yang menjadi produk unggulan desa tersebut. “Sirup jahe memang menjadi produk unggulan di desa tempat kami melakukan observasi, karena telah banyak diproduksi oleh masyarakat setempat,” terangnya.
Potensi sirup jahe sebagai produk unggulan menurut Karindita sebenarnya masih dapat dikembangkan dengan menjangkau konsumen yang lebih luas melalui pemasaran digital. Ia dan kelompoknya berencana memperkuat pemasaran digital mitra dampingannya itu melalui pengembangan identitas usaha. Beberapa di antaranya melalui Whatsapp Business, Instagram, berikut platform digital sejenis.
“Karena produknya pun sudah baik, kemasannya juga bagus. Tapi karena secara branding dinilai masih kurang, kami ingin memperluas pemasarannya agar produk ini lebih populer. Selama ini pun pemasarannya terbatas hanya di sekitar desa,” tambahnya.
Selain itu, Karindita juga membuat program kerja individu yang berangkat dari persoalan pengelolaan sampah di desa tersebut. Ia berencana memberikan edukasi tentang pengolahan sampah kepada siswa SD di sana. “Biar mereka bisa memilah sampah sejak dini dan memanfaatkan sampah organik yang tadinya hanya dibuang di pekarangan rumah menjadi pupuk,” pungkasnya. Edukasi tersebut direncanakan akan diberikan setidaknya 2 kali seminggu.
Fokus dan Persiapan
Hal ini sejalan dengan fokus KKN menurut Kepala LPPM SCU, Dr. Yustina Trihoni Nalesti Dewi, S.H., M.Hum, yaitu pemberdayaan masyarakat. “KKN menjadi media pembelajaran mahasiswa untuk nantinya memberikan sesuatu kepada masyarakat. Harapannya mereka mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” harapnya.
Sebelum diterjunkan, mahasiswa telah dibekali terkait: etika berkomunikasi dengan mitra dampingan; sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual; teknik observasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat; penyusunan program berbasis kebutuhan masyarakat; strategi pendampingan, hingga; teknik pelaporan kegiatan.









