
Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Live In 2026 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang mempertemukan mahasiswa secara langsung dengan kehidupan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Maret 2026 ini diawali dengan berbagai tahapan persiapan, mulai dari sosialisasi hingga dua kali technical meeting, guna memastikan seluruh peserta memahami tujuan, teknis pelaksanaan, serta penugasan yang akan dijalankan.
Sosialisasi Live In yang dilaksanakan secara daring pada 27 Januari 2026 menjadi langkah awal dalam memperkenalkan konsep, tujuan, fungsi, serta filosofi kegiatan kepada peserta. Selain itu, panitia juga menjelaskan aturan pelaksanaan, kebutuhan perlengkapan, hingga rincian biaya sebagai bentuk transparansi penyelenggaraan. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab agar peserta memperoleh pemahaman yang utuh sebelum memasuki tahapan berikutnya.
Persiapan kemudian dilanjutkan melalui Technical Meeting (TM) 1 pada 3 Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, panitia menjelaskan isi buku panduan, alur kegiatan, sistem akomodasi, perlengkapan yang perlu dipersiapkan, serta pembagian tugas peserta selama Live In. Peserta juga diberi kesempatan berdiskusi dan berkenalan dengan dosen pembimbing serta anggota kelompok masing-masing untuk menyusun strategi pelaksanaan penugasan di lapangan.

Technical Meeting kedua yang digelar pada 24 Februari 2026 semakin memantapkan kesiapan peserta melalui penjelasan mengenai akomodasi, tata tertib, prosedur keberangkatan, serta perlengkapan wajib yang harus dibawa. Pada kesempatan ini, peserta juga mempresentasikan hasil pra-tugas yang telah disusun, sekaligus menerima kaos dan kartu identitas (cocard) sebagai perlengkapan resmi selama kegiatan berlangsung.
Pelaksanaan Live In dimulai pada 6 Maret 2026 dengan keberangkatan peserta menuju lokasi kegiatan. Setibanya di desa tujuan, peserta mengikuti sesi penyambutan bersama dosen pendamping, perwakilan desa, dan panitia sebelum dibagi ke dalam kelompok untuk tinggal bersama keluarga dampingan. Melalui pola tinggal bersama masyarakat, mahasiswa didorong untuk beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus memahami kehidupan sosial masyarakat secara langsung.

Pada hari kedua, peserta mengikuti berbagai aktivitas bersama masyarakat, mulai dari ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, membersihkan rumah keluarga dampingan, hingga kerja bakti di lingkungan gereja. Setelah itu, mahasiswa menjalankan penugasan lapangan melalui observasi dan pendampingan di berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti usaha produksi tempe, peternakan telur asin, serta usaha lainnya. Berdasarkan hasil observasi tersebut, setiap kelompok menyusun konsep desain, mengembangkan rancangan fasilitas usaha, mengumpulkan data lapangan, dan menyiapkan materi presentasi sesuai kebutuhan mitra dampingan. Pada malam harinya, peserta mengikuti sesi bersama komunitas sebagai sarana mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.
Memasuki hari terakhir, peserta melaksanakan ibadah pagi sebelum mengikuti sesi refleksi dan evaluasi bersama dosen pembimbing. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendiskusikan pengalaman yang diperoleh selama tinggal bersama keluarga dampingan, perkembangan penugasan, serta menerima masukan untuk penyempurnaan hasil kerja mereka. Setelah seluruh rangkaian selesai, peserta kembali berkumpul di Gereja Santa Maria untuk presensi akhir sebelum kembali ke Semarang.
Melalui rangkaian Live In 2026, mahasiswa FAD SCU tidak hanya memperoleh pengalaman hidup bersama masyarakat, tetapi juga mengasah kemampuan observasi, komunikasi, kerja sama, dan penerapan ilmu arsitektur maupun desain dalam menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Program ini menjadi bagian dari upaya pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kepekaan sosial serta pengabdian kepada masyarakat.









