
Laboratorium Kewirausahaan (KWU), Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Soegijapranata Catholic University (SCU) menggelar Festival Ecopreneur 3 “Merawat Bumi Merawat Hati.” Bekerja sama dengan SMA Kolese Loyola Semarang, kegiatan yang berlangsung di Selasar Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan pada Jumat (30/10) ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangan kreativitasnya dalam menciptakan produk bisnis yang ramah lingkungan.
Menciptakan Produk Bisnis yang Ramah Lingkungan
Mereka mengolah berbagai bahan bekas dan limbah, seperti ampas kopi, botol plastik, dan kulit buah, menjadi produk bernilai ekonomi. Produk yang ditampilkan meliputi kuliner ramah lingkungan hingga lilin aromaterapi. Sebanyak 15 produk bisnis berkelanjutan tersebut turut dipamerkan bersama lebih dari 20 produk bisnis serupa dari mahasiswa Program Konsentrasi Kewirausahaan, Program Studi Manajemen serta UMKM dampingan fakultas.
Sebelum dipasarkan, setiap produk telah melalui tahapan pengembangan yang meliputi pencarian ide, penyusunan rencana bisnis, pembuatan prototipe, dan uji kelayakan. Dalam proses yang memakan waktu 3 hingga 6 bulan tersebut, para siswa turut didampingi dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen SCU.
Pendidikan Kewirausahaan yang Berkelanjutan

Guru Koordinator Ecopreneurship SMA Kolese Loyola Semarang, Riki Realita Kurniawan, M.Pd. mengatakan bahwa pembelajaran tentang kewirausahaan berkelanjutan ini dikemas dalam program intrakurikuler “ecopreneurship.” “Kami ingin teman-teman bukan hanya sekedar mengembangkan usaha atau merintis bisnis, melainkan juga mempersoalkan tentang kepedulian lingkungan yang selalu menjadi tantangan zaman,” jelasnya. Maka dari itu, produk pun juga dikompetisikan dalam sejumlah kategori, yaitu produk paling minim limbah, produk paling kreatif, dan omzet tertinggi.
Kerja sama ini menurut keterangan Kepala Laboratorium KWU, Dr. Chatarina Yekti Prawihatmi, S.E., M.Si. telah berjalan selama kurang lebih 1,5 tahun. Menurutnya, pendidikan kewirausahaan berkelanjutan mendorong para siswa untuk ke depan dapat membuka lapangan kerja yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kemampuan berwirausaha perlu diperkenalkan sejak dini karena bukan hanya bakat, melainkan keterampilan yang dapat dilatih dan dikembangkan,” tuturnya.
Namun demikian, di sisi lain juga tetap mencerminkan kepedulian terhadap persoalan kerusakan lingkungan. “Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan bahan ramah lingkungan atau mengolah limbah dalam praktik bisnis,” ujarnya.
Rektor SCU, Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T., MComIT., Ph.D., menegaskan bahwa lebih dari 30% alumninya berkarier sebagai wirausaha. Hal ini menurutnya tidak bisa dilepaskan dari peran Laboratorium KWU dalam memberikan pendampingan kewirausahaan bagi mahasiswa yang sedang merintis bisnis ketika kuliah. “Pelajar dan mahasiswa diajak mencari peluang, mengembangkan kreativitas, dan menciptakan usaha yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelasnya.








