
Perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi ruang untuk membaca atau meminjam buku. Beragam layanan dan sumber informasi kini dapat dimanfaatkan sivitas akademika untuk menunjang kebutuhan belajar, penelitian, hingga penyusunan tugas akhir. Melihat kebutuhan tersebut, UPT Perpustakaan SCU menghadirkan “Library Pit Stop” untuk mendekatkan layanan perpustakaan kepada sivitas akademika.
Library Pit Stop dilaksanakan pada 22 September – 6 Oktober 2026 dengan menyambangi 10 fakultas di SCU, baik di Kampus 1 Bendan maupun Kampus 2 BSB. Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan SCU hadir secara langsung menyapa sivitas akademika, termasuk mahasiswa khususnya mahasiswa baru yang belum banyak mengenal maupun memanfaatkan layanan perpustakaan.
Jemput Mahasiswa
Library Pit Stop dihadirkan sebagai upaya perpustakaan untuk beradaptasi dengan kebutuhan sivitas akademika. Tidak hanya menunggu, tetapi UPT Perpustakaan SCU turut hadir mendekatkan diri ke sivitas akademika “Perpustakaan bukan hanya sekadar gedung atau tempat, tetapi kami ingin menjadi teman belajar bagi mahasiswa yang membutuhkan dan sedang kesulitan mencari informasi,” ujar Dellani Putri Pattinaja, Koordinator Library Pit Stop.
Sivitas akademika pun diperkenalkan dengan berbagai fasilitas dan layanan perpustakaan, seperti repository, Soegijapranata Mapping of Academic Research Topics (SMART), Pemanfaatan Portal E-Library Kita (PELITA), serta sumber informasi digital lainnya. Informasi yang diberikan juga disesuaikan dengan kebutuhan sivitas akademika.
Mahasiswa tingkat akhir, misalnya, lebih banyak mencari informasi mengenai repository dan SMART untuk mendukung kebutuhan tugas akhir. Sementara itu, mahasiswa tingkat menengah dan dosen lebih banyak menanyakan akses jurnal, e-book, serta pemanfaatan PELITA. Adapun mahasiswa tingkat awal umumnya membutuhkan informasi dasar, seperti prosedur peminjaman buku dan pengenalan fasilitas perpustakaan.
Mbagi Buku Gratis
Selain sosialisasi layanan, Library Pit Stop juga menghadirkan kegiatan “Mbagi Buku Gratis” (MBG). Sekitar 100 buku dibagikan secara gratis kepada sivitas akademika yang tertarik dengan koleksi yang tersedia. Koleksi yang dibawa kemudian didistribusikan ke berbagai fakultas dan program studi di lingkungan SCU.
“Buku-buku yang kami bawa ke setiap titik umumnya langsung diminati sivitas. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap buku masih cukup tinggi ketika aksesnya dibuat lebih mudah,” ujar Dellani.
Antusiasme sivitas akademika turut terlihat dari buku-buku yang umumnya habis dibagikan dalam setiap pelaksanaan. Kehadiran MBG menjadi salah satu cara perpustakaan untuk memperluas akses sivitas terhadap bahan bacaan sekaligus mendorong pemanfaatan koleksi yang tersedia.
Perluas Literasi
Dellani mengatakan pihaknya SCU menargetkan Library Pit Stop dapat menjadi agenda rutin satu kali dalam setahun. Ke depan, kegiatan literasi informasi juga dipersiapkan secara daring, yang dikemas dalam Deep Diving Literacy Information.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Dellani ingin Perpustakaan SCU dapat membangun kedekatan dengan sivitas akademika. “Perpustakaan diharapkan tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi sebagai ruang yang dapat membantu sivitas menemukan informasi yang dibutuhkan untuk belajar dan berkembang,” harapnya.









