FAD SCU Resmikan Kaprodi dan Sekprodi Baru S1 Arsitektur, Fokus pada Penguatan Kewirausahaan dan Akreditasi

Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Soegijapranata Catholic University (SCU) melakukan prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Struktural di Gedung Henricus Constant, Kampus 1 SCU Bendan, Kamis (1/10). Dalam prosesi tersebut, adapun mayoritas pejabat struktur FAD SCU, termasuk Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi), serta Sekretaris Program Studi (Sekprodi) memperpanjang masa jabatannya, kecuali Kaprodi dan Sekprodi S1 Arsitektur.

Sebelumnya, kedua jabatan tersebut masing-masing dijabat oleh Dr. Ir. V.G. Sri Redjeki, M.T. dan Natalia Soewarno, S.Ars., M.Arch. Keduanya kemudian digantikan oleh Dr. M.D. Nestri Kiswari, S.T., M.Sc. dan Yesaya Moses Rondonuwu, S.Ars., M.Ars.

Penguatan Kewirausahaan

Nestri mengatakan bahwa periode jabatannya akan fokus mempersiapkan mahasiswa dengan pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship. Pihaknya akan mengawalinya dengan melakukan evaluasi kurikulum pembelajaran sekaligus mengarahkan program pengembangan mahasiswa agar sejalan dengan pendidikan tersebut.

Namun demikian, program studi sebenarnya telah mengintegrasikan pendidikan ini di setiap mata kuliah. Lebih dari itu, topik tentang kewirausahaan juga dikemas dalam satu mata kuliah tersendiri yang khusus membicarakan hal tersebut. “Harapannya tidak hanya sekedar pembelajaran di dalam kelas, namun juga menjadi salah satu dasar yang dihidupi ekosistem pendidikan arsitektur kami,” katanya selepas pelantikan.

Penguatan ini dipilih karena menurutnya karakter kewirausahaan sebenarnya tidak bisa dilepaskan dan telah melekat pada mahasiswa. “Banyak alumni kami yang selepas lulus juga memilih menjadi entrepreneur. Karena arsitektur bukan hanya tentang menggambar, mendesain, tetapi ada jiwa entrepreneurship-nya yang harus dikuatkan,” jelasnya.

Pengembangan Kurikulum

Selain kewirausahaan, evaluasi kurikulum pembelajaran juga akan diarahkan untuk memperbaharui sistem Tugas Akhir (TA). Tujuannya untuk memastikan penyelenggaraannya tidak mengurangi kualitas proyek TA yang dikerjakan mahasiswa.

Bersamaan dengan itu, pihaknya juga akan mengintegrasikan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dalam kurikulum. “Kami ingin membuat satu kesatuan (Tri Dharma Perguruan Tinggi) agar semakin memperkaya satu sama lainnya. Mahasiswa pun juga bisa belajar bagaimana dosen melakukan penelitian dan pengabdian, kemudian ikut terlibat di sana,” ungkap Nestri.

Di samping itu, program studinya juga akan memprioritaskan untuk mempertahankan Akreditasi Unggul yang sebelumnya telah diraih. Ia pun berharap adanya predikat akreditas ini dapat semakin menarik arsitektur muda tanpa mengesampingkan kualitas lulusan.

Picture of Humas

Humas