Mahasiswa FTP SCU Dapatkan Beasiswa dari Lembaga Pangan Internasional

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Soegijapranata Catholic University (SCU), Nicholas Ethan Sunjaya berhasil meraih beasiswa dari lembaga profesi internasional bergengsi di bidang ilmu dan teknologi pangan yang berbasis di Amerika Serikat, Institute of Food Technologists (IFT). Ia resmi diterima sebagai salah satu penerima beasiswa dengan skema Feeding Tomorrow Scholarship sekitar Juni hingga Juli 2026.

Memperluas Wawasan dan Pengakuan Internasional

Bergabungnya Ethan sebagai salah satu penerima beasiswa dari IFT membuatnya dapat memperluas wawasan di bidang pangan. “Banyak sekali yang bisa dieksplorasi dari IFT, apalagi dengan tren di bidang pangan yang terus berkembang,” tuturnya.

Bagi Ethan, IFT bukan lagi lembaga yang asing. Sebelumnya, ia bersama mahasiswa FTP lainnya pernah berpartisipasi dalam kompetisi yang diselenggarakan lembaga tersebut, yaitu Developing Solutions for Developing Countries (DSDC) Product Development Competition 2026. Kompetisi tingkat internasional tersebut menantang mahasiswa dalam mengembangkan produk pengan. Pengalamannya mengikuti lomba dari lembaga yang sama juga membuka peluang dalam memahami perkembangan teknologi pangan, termasuk industri, penelitian, kompetisi pengembangan produk, hingga peluang karier.

“Kurikulum program studi juga sudah diakui oleh IFT, sehingga institusi ini memang kredibel,” katanya. SCU sendiri melalui FTP menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan pengakuan dari IFT atas kurikulum, proses pembelajaran, serta capaian lulusan.

Tawaran Program Internasional

Beasiswa dalam IFT Feeding Tomorrow Fund ini dikhususkan untuk mahasiswa yang sedang dalam proses studi pada bidang keilmuan terkait teknologi pangan. Namun demikian, cakupannya tidak terbatas secara geografis, alias terbuka untuk mahasiswa di seluruh dunia.

Sejumlah beasiswa pun ditawarkan dengan berbagai skema dan kriteria yang tentunya berbeda-beda. IFT menghadirkan lebih dari 100 beasiswa bukan hanya untuk mahasiswa program sarjana, melainkan juga pascasarjana berikut dengan karakteristik atau persyaratan tertentu. “Pilihan beasiswanya cukup banyak. Maka sebelum mendaftar, memang perlu melihat terlebih dahulu beasiswa mana yang paling sesuai dengan profil kita,” kata Ethan.

Pengajuan beasiswa pun menurut keterangan Ethan tidak mempunyai tahapan tes khusus, melainkan membutuhkan persiapan yang matang dalam menyusun portofolio. Rekam jejak akademik, pengalaman organisasi, dan kemampuan dalam menyusun profil diri menjadi hal yang mesti diperhatikan. “Karena portofolio menunjukkan diri kita. Transkrip akademik dan esai juga sama-sama pentingnya. Sampai sekarang pun, saya tetap terus berusaha mempertahankan dan memperbaiki portofolio,” terang Ethan.

Picture of Humas

Humas