Simulasi Penggunaan APAR oleh Tenaga Kependidikan SCU Perkuat Komitmen Kampus dalam Implementasi K3L

Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) bagi tenaga kependidikan serta petugas keamanan pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di area Sport Hall Ronald Korompis, Kampus 2 SCU BSB ini berfokus pada simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk mengendalikan kebakaran kecil agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar.

Pelatihan APAR

Pelatihan tersebut diselenggarakan Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM) dan Biro Administrasi Umum (BAU) SCU menggandeng Garda Mitra Nasional (GMN). Kepala Pusat Pengembangan Pegawai (PPP) LPSDM SCU, Albertus Vysnu Biantoro, S.E., M.M. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pihaknya dalam meningkatkan kesiapsiagaan kampus dalam menghadapi potensi risiko di lingkungan kerja.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa tenaga kependidikan dan petugas keamanan memiliki pemahaman serta keterampilan dasar dalam menangani situasi darurat, khususnya kebakaran kecil, sehingga dapat mencegah terjadinya risiko yang lebih besar,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai keselamatan kerja, tetapi juga praktik langsung menggunakan APAR melalui simulasi pemadaman api yang dipandu oleh GMN.

Penjaminan Mutu dan Sarpras

Menurut Kepala BAU SCU, A. Ponco Hadi Heru C., S.Kom., M.M., pelatihan ini menunjukkan komitmen kampus dalam menerapkan standar K3L di lingkungan perguruan tinggi. “Implementasi K3L menjadi hal penting dalam pengelolaan lingkungan kampus. Selain untuk menjaga keselamatan sivitas akademika, hal ini juga mendukung penerapan tata kelola sarana dan prasarana yang baik di perguruan tinggi,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa pelatihan serupa direncanakan akan diselenggarakan secara rutin agar pemahaman mengenai K3L dapat terus diperbarui dan diterapkan secara konsisten di lingkungan kampus. “Ke depan, pelatihan K3L akan dilakukan secara berkala sehingga seluruh pegawai semakin memahami pentingnya keselamatan kerja serta mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus,” lanjutnya.

Selain meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi keadaan darurat, penerapan K3L juga menjadi upaya mendukung sistem penjaminan mutu serta pemenuhan standar sarana dan prasarana perguruan tinggi yang turut menjadi indikator dalam proses akreditasi pendidikan tinggi.

Picture of Humas

Humas