
Perpustakaan Soegijapranata Catholic University (SCU) turut memeriahkan Grand Final Duta Baca Pelajar dan Duta Baca Kota Semarang. Mengusung tema “Lights of Literacy,” puncak rangkaian pemilihan Duta Baca Pelajar dan Duta Baca Kota Semarang 2026 tersebut berlangsung di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Kamis (13/8).
Inovasi yang Dipamerkan
Inovasi yang telah dikembangkan SCU di perpustakaannya turut dipamerkan dalam acara yang diselenggarakan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Semarang tersebut. Salah satunya adalah Simulator Teknologi Pembelajaran (STELA).
STELA sendiri merupakan media pembelajaran berbasis gim simulator yang dioperasikan menggunakan sensor gerak. Inovasi yang dikembangkan Program Studi Sistem Informasi (SI) SCU tersebut menghadirkan dua permainan, yakni Tari Gambang Semarang dan Mari Mencerna.
Tari Gambang Semarang memperkenalkan tari tradisional Kota Semarang yang memungkinkan pemain untuk menirukan gerakan para penari virtual yang ditampilkan. Sementara, Mari Mencerna membantu pemain dalam mempelajari proses pencernaan makanan secara interaktif. “Semuanya meminta pemain untuk mengikuti simulasi menggunakan gerakan tubuh yang nantinya ditangkap oleh sensor STELA,” terang Kepala UPT Perpustakaan SCU, Melania Adirati, S.Hum, M.A
Selain STELA, adapula sinopsis buku interaktif berbasis Augmented Reality (AR) dengan memanfaatkan aplikasi Snapchat. Teknologi ini memungkinkan pengguna aplikasi Snapchat untuk mendapatkan sinopsis dengan memindai sampul buku menggunakan filter yang telah dikembangkan Perpustakaan SCU. Setelah dipindai, akan muncul video yang menjelaskan sinopsis buku terkait.
Antusiasme
Melania menjelaskan pihaknya menjadi 1 dari 3 perguruan tinggi di Kota Semarang yang mendapatkan undangan untuk hadir dalam acara tersebut. Ia pun menjelaskan kedua inovasi yang telah dikembangkan menjadi upaya pihaknya dalam mendorong budaya literasi melalui teknologi interaktif. “Kami mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan inovasi perpustakaan kepada masyarakat dan mereka berkesempatan untuk mencoba langsung,” katanya.
Keduanya pun menurut keterangan Melania mendapatkan antusiasme dan perhatian dari puluhan siswa SD hingga SMA/K yang datang berkunjung. Alasannya yakni inovasi dengan teknologi serupa belum ditemukan di perpustakaan lain. “Jumlah pengunjung cukup banyak karena fasilitas seperti ini masih jarang dimiliki perpustakaan lain, bahkan untuk jenis simulator hampir belum ada,” jelas Melania.









