Archvision Pamerkan Puluhan Karya Desain Bangunan Mahasiswa Arsitektur SCU, Usung Nilai Ramah Lingkungan dan Kesehatan Mental

Program Studi Arsitektur Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan Final Project Exhibition “Archvision” 2026 pada 12–14 Agustus 2026. Berlangsung di Selasar Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan, pameran ini menampilkan karya terbaik mahasiswa Proyek Akhir Arsitektur (PAA) sekaligus memperkenalkan proses kreatif mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan melalui desain arsitektur.

Proses Kreatif Mahasiswa

Pameran tersebut merupakan rangkaian tugas akhir mahasiswa Program Studi Arsitektur SCU. Dari sekitar 70 mahasiswa yang mengikuti studio tugas akhir, karya yang dipamerkan telah melalui proses kurasi berdasarkan capaian akademik. Sebanyak 38 desain dan 18 maket karya mahasiswa turut dipamerkan.

Sekretaris Program Studi Arsitektur SCU, Natalia Suwarno, S.Ars., M.Arch., menjelaskan bahwa proses tugas akhir mahasiswa tidak hanya berfokus pada menghasilkan desain bangunan. Mahasiswa terlebih dahulu melakukan riset dan merumuskan persoalan yang kemudian dikembangkan menjadi gagasan perancangan.

“Mahasiswa benar-benar berangkat dari isu dan meresponsnya secara ilmiah. Mereka tidak sekadar menentukan bangunan, tetapi mencari persoalan yang ingin diselesaikan melalui pendekatan arsitektur,” jelas Natalia.

Berbagai isu diangkat mahasiswa dalam karya yang dipamerkan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kesehatan mental, ekologis, green building, arsitektur biofilik, dan arsitektur bioklimatik. Karya mahasiswa juga memiliki bentuk yang beragam, mulai dari rumah sakit, sekolah, hingga rancangan space station. Sebagian karya merupakan rancangan baru, sementara lainnya berupa redesign atau pengembangan bangunan yang telah ada.

Proses pengerjaan studio tugas akhir berlangsung selama sekitar 2,5 bulan. Dalam periode tersebut, mahasiswa mengembangkan hasil riset dan laporan perancangan sebelumnya menjadi gambar kerja, maket, hingga karya yang dipresentasikan dalam ujian akhir. SCU juga menyediakan fasilitas pendukung seperti cutting laser dan 3D printing untuk membantu mahasiswa merealisasikan maket.

Pameran Karya Arsitektur

Menurut Natalia, karya tugas akhir juga menjadi modal mahasiswa untuk memasuki dunia profesional. Saat ini, sekitar 10 mahasiswa dari angkatan tersebut telah bekerja. “Harapan kami, apa yang mereka pelajari selama pendidikan sampai menyelesaikan tugas akhir dapat mereka bawa ke dunia kerja. Karya yang mereka hasilkan juga diharapkan dapat membantu menyelesaikan isu sosial yang ada di masyarakat,” tambahnya.

Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM FAD SCU, Vanessa Aulia Geraldine, S.Ars., M.Arch., menambahkan bahwa fakultas memberikan dukungan pendanaan serta sarana dan prasarana untuk menunjang pengembangan karya mahasiswa. “Dukungan fakultas diberikan melalui pendanaan serta sarana dan prasarana. Kami ingin karya-karya mahasiswa ini dapat dibawa lebih jauh dan dikenal oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain pameran, Archvision 2026 menghadirkan Sharing Session pada Kamis (13/8) di Teater Thomas Aquinas. Sesi tersebut menghadirkan mahasiswa berprestasi dan alumni Program Studi Arsitektur SCU untuk berbagi pengalaman  dan peluang karier di dunia profesional.

Pameran juga upaya program studi untuk memperkenalkan kualitas pendidikan dan proses kreatif mahasiswa kepada masyarakat. Karya yang ditampilkan diharapkan dapat membuka ruang apresiasi, memperluas jejaring dengan dunia profesi, serta menunjukkan bagaimana pendidikan arsitektur dapat menghasilkan gagasan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan ini terbuka bagi sivitas akademika, siswa SMA, calon mahasiswa, mitra, praktisi, serta masyarakat umum yang ingin melihat langsung karya mahasiswa Program Studi Arsitektur SCU.

Picture of Humas

Humas