Topik Penelitian

Cheryle dan Gracia akan mengikuti program ini selama kurang lebih 1 semester, terhitung pada 17 Agustus 2026 hingga 16 Februari 2027. Kedua mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan tersebut akan melakukan riset di bawah bimbingan akademisi dari Department of Food and Nutrition, Providence University, Prof. Chih-Chung Wu. Penelitian tersebut akan berfokus pada penerapan teknologi nanopartikel dalam bidang nutrisi presisi, termasuk: pengembangan sistem penghantaran senyawa bioaktif; peningkatan bioavailabilitas zat gizi, serta; inovasi teknologi pangan yang mendukung intervensi gizi yang lebih tepat sasaran.

Sementara, Nikita dan Aubrey, mahasiswa Program Food Technology and Innovation, International Undergraduate Program (IUP) SCU, akan mulai mengikuti program magang riset sejenis pada 12 September 2026 mendatang. Riset tersebut akan dikerjakan di bawah bimbingan akademisi dari Department of Cosmetic Science, Providence University, Taiwan, Prof. Chih-Chien Lin hingga 17 Januari 2027. Adapun fokusnya tentang pemanfaatan bioteknologi dan pendekatan biomedis dalam pengembangan produk kosmetik.

Dekan FTP SCU, Dr. Inneke Hantoro, S.TP., M.Sc menjelaskan program ini dimungkinkan dengan adanya Taiwan Experience Education Program (TEEP). “Melalui kegiatan penelitian ini, keempat mahasiswa akan memperoleh kesempatan bekerja di laboratorium dan berkolaborasi dengan peneliti dan profesor di Providence University,” pungkasnya.

Taiwan Experience Education Program (TEEP)

TEEP sendiri merupakan program magang dan riset pendek berdurasi 2 hingga 6 bulan ini telah diluncurkan Kementerian Pendidikan Taiwan sejak 2015. TEEP menawarkan dukungan pendanaan dan insentif kepada mahasiswa internasional untuk mendapatkan pengalaman akademik, riset, hingga magang industri di berbagai universitas, industri, hingga instansi di Taiwan.

“Keempat mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperluas pengalaman penelitiannya di lingkungan akademik internasional, sekaligus mengenal pendekatan riset yang diterapkan di Providence University. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru serta mendukung pengembangan kompetensi akademik dan penelitian mahasiswa di bidang teknologi pangan, nutrisi, dan bioteknologi,” tambah Dr. Inneke.

Senada dengan itu, hal yang sama juga diungkapkan Cheryle. “Senang sekali bisa mendapatkan kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan mendapatkan pengalaman baru dan baik melalui magang penelitian bersama Prof. Wu,” pungkasnya.

Selain bidang pangan, kesempatan serupa juga terbuka di berbagai sektor, di antaranya sains, teknologi, teknik, bisnis, hingga kedokteran. Mahasiswa pun nantinya akan ditempatkan di laboratorium universitas, pusat riset, perusahaan swasta, ataupun institusi pendidikan.