
Sejumlah pejabat struktural universitas serta Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Soegijapranata Catholic University (SCU) menyambut kedatangan dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM) di Gedung Henricus Constant, Kampus 1 SCU Bendan, Jumat (10/7), dalam rangka asesmen lapangan reakreditasi Program Studi Sistem Informasi (SI). Dua asesor yang hadir yakni Dr. Drs. Setiawan Hadi, M.ScCS (Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung) dan Dr. Ir. Teduh Dirgahayu, S.T., M.Sc. (Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta).
Asesmen lapangan mengkonfirmasi informasi yang telah disampaikan dalam Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS). Ia menilai proses asesmen merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan. Proses ini, menurut Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni SCU, Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, S.E., M.Si. meninjau meninjau berbagai aspek penyelenggaraan program studi, mulai dari tata kelola, kualitas pembelajaran, kinerja dosen, capaian mahasiswa, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, hingga kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Menurutnya, Program Studi SI SCU memiliki posisi strategis dalam menjawab kebutuhan transformasi digital sehingga pengembangannya menjadi salah satu prioritas universitas. “SI SCU telah melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan teknis, tetapi juga kemampuan analitis, kreativitas, etika, kepemimpinan, serta kepekaan terhadap kebutuhan organisasi dan masyarakat,” katanya.
Proses akreditasi menurut Prof. Berta menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi untuk memperkuat budaya pengembangan mutu yang berkelanjutan. Lebih lanjut, ia pun menegaskan pihaknya terbuka terhadap berbagai masukan selama asesmen lapangan demi memperkuat tata kelola program studi dan meningkatkan kualitas layanan akademik.

“Akreditasi menjadi bagian penting dari budaya mutu. Melalui refleksi dan kolaborasi bersama, kami berupaya memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan akuntabel, adaptif, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam sambutan.
Di sisi lain, Dr. Teguh memaknai asesmen lapangan juga menjadi kesempatan bagi masing-masing perguruan tinggi untuk saling berbagi pengalaman guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. “Saya meyakini setiap perguruan tinggi memiliki praktik baik yang bisa kita saling bagikan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi,” katanya.









