Mahasiswa DKV SCU Rancang Strategi Kampanye dan Media Promosi Interaktif untuk Dukung Pemasaran Sekolah dan Kampus

Sebanyak 51 karya interaktif mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Soegijapranata Catholic University (SCU) dipamerkan di Gedung Fransiskus Assisi, Kampus 2 SCU BSB, Jumat (10/7). Pameran ini merupakan capaian pembelajaran dalam Mata Kuliah Studio DKV Terpadu dan New Media Studio.

Dosen Koordinator Mata Kuliah Studio DKV Terpadu, Louis Cahyo Kumolo Buntaran, S.Ds., M.M. menjelaskan bahwa mata kuliahnya mengangkat studi kasus nyata dari SMA Widya Wacana Solo. Berangkat dari hasil riset brand assessment yang telah dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat, 35 mahasiswa diminta merancang strategi kampanye untuk mendukung pemasaran sekolah tersebut.

Tujuannya bukan hanya memperkuat citra, melainkan juga mengenalkan program unggulan sekolah kepada para orang tua berikut calon peserta didik. Setiap karya pun dinilai berdasarkan kreativitas, relevansi strategi, perencanaan anggaran, dan peluang implementasinya. Seluruh karya kemudian akan ditunjukkan ke sekolah untuk nantinya dipilih setidaknya satu karya yang mungkin diaplikasikan.

“Hasil riset tersebut menunjukkan SMA Widya Wacana sebenarnya memiliki banyak potensi, tetapi belum tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Mahasiswa diminta merancang kampanye yang mampu mengkomunikasikan keunggulan sekolah dengan pendekatan yang lebih kreatif, relevan, dan menarik,” kata Louis.

Tema yang ditonjolkan pada setiap strategi kampanye pun berbeda-beda. Beberapa di antaranya seperti lingkungan belajar, prestasi akademik maupun non-akademik, hingga komunitas dan ekstrakurikuler sekolah. Pendekatannya juga beragam, mulai dari penyelenggara kompetisi, penguatan personal branding, hingga kampanye digital.

Dosen Program Studi DKV SCU, Peter Ardhianto, S.Sn., M.Sn., Ph.D menambahkan bahwa pendampingan sekolah oleh program studi telah berjalan selama kurang lebih 4 tahun. Dampak positif dapat terlihat dari angka penerima siswa baru yang semakin meningkat setiap tahunnya. “Sekolah bisa mendapatkan alternatif strategi kampanye pemasaran, sedangkan mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman merancang solusi desain dengan studi kasus yang nyata,” tuturnya.

Sementara pada Mata Kuliah New Media Studio, mahasiswa diminta untuk membuat media promosi interaktif untuk setiap program studi di SCU. Total ada 16 mahasiswa yang menciptakan setidaknya 1 media promosi yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital terkini, seperti kecerdasan buatan (AI), aplikasi berbasis web, hingga Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Tujuannya untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif kepada calon mahasiswa.

“Ada yang membuat photobooth yang base-nya dari minat dan preferensi calon mahasiswa terhadap profesi pekerjaan tertentu yang hasil fotonya bisa disesuaikan dengan profesi tersebut. Ada juga vending machine yang dapat membagikan sampel produk pangan karya mahasiswa hanya dengan me-scan produk sejenis,” terang Peter yang juga merupakan dosen koordinator mata kuliah tersebut.

Picture of Humas

Humas