
Sejumlah Wakil Dekan Akademik, ketua dan sekretaris program studi, serta Gugus Penjaminan Mutu (GPM) dari berbagai program studi maupun fakultas di Soegijapranata Catholic University (SCU) saling bertukar pengalamannya dalam mengimplementasikan kurikulum Outcome Based Education (OBE). Mereka antusias mengikuti Forum “OBE Connect” yang diselenggarakan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) SCU di Smart Classroom, Gedung Justinus, Kampus 1 SCU Bendan, Senin (6/7).

Rutin diselenggarakan, kali ini giliran Ketua Program Studi Sastra Inggris, Dra. Cecilia Titiek Murniati, M.A, Ph.D dan Ketua Program Studi Teknologi Pangan, Ir. Gelbert Jethro Sanyoto, S.T, M.T, yang berkesempatan membagikan praktik baiknya. Program Studi Sastra Inggris sendiri telah mengembangkan kurikulum terkait sejak melakukan evaluasi dan tinjauan kurikulum pada 2020 dan mulai menerapkannya pada 2025. Sementara, Program Studi Teknologi Pangan telah mengembangkan kurikulum pembelajaran berstandar internasional, yang salah satunya memuat OBE.
Hadir pula Ir. I.M. Tri Hesti Mulyani, M.T, Ketua Pusat Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) SCU yang mengajak para dosen menyoroti pentingnya peran kurikulum OBE dalam mendukung akreditasi program studi.
Menurut Kepala LP3 SCU, Prof. Dr. Heny Hartono, S.S, M.Pd, beberapa tahun terakhir kurikulum OBE telah memperoleh banyak perhatian saat proses reakreditasi. “Kalau 2-3 tahun lalu yang banyak ditanyakan adalah implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sekarang tren pertanyaan asesor akreditasi bergeser ke OBE. Yang diklarifikasi bukan lagi sekadar programnya, tetapi bagaimana program studi mengukur capaian pembelajaran lulusannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Heny sepakat bahwa kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan di perguruan tinggi. Sejalan dengan itu, ia tidak heran apabila hal itu menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian mutu akademik.
“Kurikulum itu ibarat ‘jantung’-nya sebuah perguruan tinggi. Kalau jantungnya tidak sehat, bagaimana proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik? Karena itu, dalam akreditasi, kurikulum selalu mendapat perhatian yang besar,” kata Guru Besar Faculty of Language and Arts (FLA) SCU tersebut.
Prof. Heny menjelaskan bahwa implementasi kurikulum OBE dimulai dari penyusunan profil lulusan yang dirancang berdasarkan kebutuhan dunia kerja, masukan asosiasi keilmuan, alumni, mahasiswa, hingga para mitra industri sebagai pemangku kepentingan (stakeholder). Dari profil lulusan tersebut kemudian disusun Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang menjadi dasar pengembangan mata kuliah serta sistem asesmennya.
“Kita menghasilkan lulusan untuk masyarakat dan dunia kerja. Karena itu, masukan dari stakeholder menjadi sangat penting agar kompetensi lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang ada,” ungkapnya.









