Integrasikan Pelayanan Kesehatan dengan Pembelajaran Berbasis Komunitas, FK SCU Perkuat Kompetensi Mahasiswa dengan Terjun di Masyarakat

Integrasikan Pelayanan Kesehatan dengan Pembelajaran Berbasis Komunitas, FK SCU Perkuat Kompetensi Mahasiswa dengan Terjun di Masyarakat

Fakultas Kedokteran (FK) Soegijapranata Catholic University (SCU) mengundang 10 puskesmas mitra di Kota Semarang sebagai Wahana Pendidikan Profesi Dokter (WPPD) dalam Workshop Penyelarasan Program  Soegijapranata Community Project (SCP). Adapun puskesmas yang hadir antara lain dari Purwoyoso, Kagok, Ngaliyan, Srondol, Pegandan, Ngemplak Simongan, Mijen, Candi Lama, dan Manyaran. Berlangsung di Gedung Fransiskus Assisi, Kampus 2 SCU BSB pada Rabu (15/4), mereka menyamakan persepsi terkait Program SCP, pembelajaran berbasis komunitas (community based education) yang bertujuan membentuk kompetensi mahasiswa sejak awal masa studi.

Ketua Divisi Pengembangan Medical Education FK SCU, dr. Matilda Stella Pradnya menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak 2019, kemudian dikembangkan sebagai mata kuliah berjenjang pada semester 1-6. “Kami mempersiapkan mahasiswa untuk mulai terjun ke masyarakat sejak awal studi agar mereka terbiasa ketika nantinya dihadapkan dengan pasien, khususnya saat co-ass,” katanya.

Mahasiswa diberikan pengenalan pada semester 1, sambil melakukan survei dan wawancara di masyarakat. Pada semester selanjutnya, mahasiswa mulai diterjunkan ke sejumlah keluarga mitra FK SCU untuk menilai lingkungan di sana, khususnya terkait keadaan kamar mandi dan perilaku merokok. Lingkup penilaian kesehatan kemudian semakin meluas ke tingkat RT, komunitas khusus seperti panti asuhan, hingga terakhir ke fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) primer, yaitu puskesmas.

“Kami berharap ada kompetensi mahasiswa yang terbangun. Jadi bukan hanya secara kognitif, melainkan afektif dan profesionalitas,” tambah dr. Stella. Lebih lanjut, SCP ini menurut keterangannya akan dikembangkan ke arah Interprofessional Education.

Wakil Dekan Bidang Inovasi, Riset, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dan Kerja Sama FK SCU, Perigrinus H. Sebong, S.Km., MPH menjelaskan bahwa mahasiswa nantinya akan dihadapkan pada tren penyakit yang ada di faskes primer. “Karena ‘project,’ jadinya tematik. Topik yang kami angkat pun bisa berbeda-beda sesuai dengan tren. Contohnya untuk semester ini kami fokus pada penyakit menular karena mengikuti perkembangan yang ada di lapangan, sehingga dampaknya pun bisa lebih terasa di masyarakat,” terangnya.

Selain memperkuat kompetensi mahasiswa, Dekan FK SCU, dr. Edward Hartono, MARS menegaskan bahwa program ini menjadi upaya pihaknya dalam mendorong integrasi sistem pelayanan kesehatan dalam kurikulum pendidikan. Namun demikian, dr. Edward berharap keterlibatan aktif WPPD bukan hanya memperkaya proses pembelajaran. “Kami juga berencana memperluas kerja sama dengan faskes melalui kuliah tamu, seminar, hingga workshop. Tujuannya tidak lain untuk mempersiapkan dokter yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Bersamaan dengan itu, pihaknya berencana memperluas kerja sama bukan hanya di tingkat nasional, melainkan juga internasional.  “Ke depan kami ingin mencoba virtual exchange dengan negara lain seperti Filipina untuk mempelajari pola layanan kesehatan di wilayah kepulauan,” tambah Perigrinus.

Picture of Humas

Humas