Pentaskan Drama Musikal “Bunsu Rusa,” SCU Kenalkan Budaya Kalimantan pada Mahasiswa Internasional se-Jateng

Pentaskan Drama Musikal “Bunsu Rusa,” SCU Kenalkan Budaya Kalimantan pada Mahasiswa Internasional se-Jateng

Pentas Drama Musikal “Bunsu Rusa” menjadi media Soegijapranata Catholic University (SCU) dalam memperkenalkan kekayaan budaya di Pulau Kalimantan. Drama musikal tersebut dipentaskan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater SCU, Anting dalam acara Winter Camp dan International Day yang diselenggarakan International Affairs and Cooperation Office (IACO) SCU secara hybrid di Auditorium Agnes Widanti, Kampus 1 SCU Bendan, Rabu (15/4).

Drama ini menurut keterangan Project Manager Winter Camp dan International Day, Najwa Pinandhita Anindyamayza diangkat dari sebuah lagu yang menceritakan mitologi Dayak Iban. Lagu tersebut bercerita tentang kisah gadis muda yang terikat pernikahan spiritual dengan roh rusa bertanduk setelah mengenakan cincin berlian yang ia temukan di tepi sungai. Cincin mistis tersebut kemudian memunculkan entitas magis dari rusa bertanduk. Hal ini sejalan dengan arti dari “Bunsu Rusa,” yakni “Jelmaan Rusa.”

“Budaya Kalimantan mempunyai keunikan tersendiri dan belum banyak terekspos dibandingkan dengan budaya di pulau-pulau lain di Indonesia. Pemilihannya pun juga spesifik agar mahasiswa internasional tidak hanya tahu budaya Indonesia secara umum,” jelas Najwa.

Pentas drama musikal ini pun menarik perhatian mahasiswa internasional bukan hanya di SCU, melainkan juga berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah, khususnya Semarang. Forum ini pun menjadi ruang interaksi langsung antar mahasiswa. “Kami berharap ada relasi yang terjalin, sehingga jejaring internasional antar mahasiswa juga bisa dibangun,” tambah Najwa.

Selain drama musikal, budaya Indonesia juga diperkenalkan melalui minuman herbal tradisional, jamu. Mahasiswa pun dipertontonkan dengan demo membuat jamu hingga diperkenankan untuk mencicipinya secara langsung. Menurut Najwa, jamu memiliki potensi menjadi minuman khas yang mendunia, sehingga mesti diperkenalkan lebih dekat dengan mahasiswa internasional.

Hal ini sejalan dengan sampaian Kepala IACO SCU, Dr. Robertus Probo Yulianto Nugrahedi, S.TP, M.Sc. Menurutnya, jamu merupakan ikon gastronomi yang kuat di Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah. “Kami juga mempunyai program perkuliahan dan workshop khusus tentang jamu yang secara rutin diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian (FTP),” ujar dosen FTP SCU tersebut.

Di samping memperkenalkan budaya Indonesia, Dr. Probo menjelaskan bahwa forum ini merupakan upaya pihaknya dalam mendorong keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program internasional. Sejumlah program pun diperkenalkan, mulai dari pertukaran mahasiswa (student exchange) hingga KKN Internasional melalui global volunteer. “Kami ingin mahasiswa untuk berpartisipasi aktif, khususnya mahasiswa International Undergraduate Program (IUP), sehingga ‘atmosfer internasional’-nya juga semakin terasa di kampus,” katanya.

Picture of Humas

Humas