Samakan Persepsi Implementasi Kurikulum OBE, Upaya Adaptasi SCU dalam Persiapkan Lulusan di Dunia Profesional

Samakan Persepsi Implementasi Kurikulum OBE, Upaya Adaptasi SCU dalam Persiapkan Lulusan di Dunia Profesional

Samakan Persepsi Implementasi Kurikulum OBE, Upaya Adaptasi SCU dalam Persiapkan Lulusan di Dunia Profesional

Sejumlah ketua program studi, sekretaris program studi, serta wakil dekan terkait di bidang akademik di lingkungan Soegijapranata Catholic University (SCU) saling menyamakan persepsi dalam mengimplementasikan kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Mereka berdiskusi dalam Forum “OBE Connect” yang diselenggarakan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) SCU di Smart Classroom, Gedung Justinus, Kampus 1 SCU Bendan pada Rabu, 25 Februari 2026.

Dalam forum tersebut, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kurikulum LP3 SCU, Rosita Herawati, MIT, berkesempatan memberikan pedoman terkait standar penyusunan kurikulum OBE. Adapun standar tersebut menurut pemaparannya termasuk penetapan profil lulusan, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penurunan ke Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), perancangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga mekanisme evaluasi formatif maupun sumatif. “OBE menuntut program studi untuk memastikan proses pembelajaran benar-benar mengarah pada capaian lulusan yang terukur dan terdokumentasi,” papar Rosita.

Kepala LP3 SCU, Prof. Dr. Heny Hartono, S.S, M.Pd menyebut bahwa forum ini bertujuan untuk memahami secara menyeluruh proses penyusunan, peninjauan, hingga implementasi kurikulum OBE. Menurutnya, hal ini diperlukan mengingat setiap program studi mempunyai karakteristik keilmuan yang berbeda-beda. “Sangat menantang karena interpretasinya yang berbeda-beda di tiap program studi, sehingga penting agar ukuran outcome tersebut bisa tepat dan kontekstual,” terangnya.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni SCU, Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, S.E, M.Si, menjelaskan kegiatan ini sekaligus merupakan upaya pihaknya dalam merespons arah kebijakan kurikulum sebagaimana diatur Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025. Kebijakan baru tersebut menekankan implementasi kurikulum OBE, pendekatan kurikulum yang berfokus pada hasil pembelajaran selepas lulus dinilai dari aspek keterampilan, pengetahuan, dan sikap.

“Transformasi (kurikulum) ini merupakan upaya berkelanjutan kampus dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan adaptif saat memasuki dunia profesional. Maka dari itu, kolaborasi menjadi penting karena proses peningkatan kualitas pendidikan terus berkembang dan membutuhkan perjalanan panjang bersama,” tutur Prof. Berta dalam sambutan.

Saat ini, pihaknya bersama LP3 SCU tengah mengembangkan sebuah platform digital untuk mendukung proses implementasi OBE. Sistem pendukung ini nantinya memungkinkan masing-masing program studi bisa memantau ketercapaian CPL yang sebelum telah disusun dalam proses penyusunan kurikulum OBE.

Picture of Humas

Humas