Inspirasi Nasionalisme dari Kampus, SCU Hadirkan Cerita Mahasiswa Berprestasi untuk Bangkitkan Optimisme Kebangsaan

 

Soegijapranata Catholic University (SCU) melalui Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) menyelenggarakan Kuliah Umum Kebangsaan “Teman Seangkatanmu Ternyata Juara: Cerita Mahasiswa SCU yang Bikin Indonesia Bangga” secara daring pada Rabu (20/5). Diikuti oleh ratusan mahasiswa SCU peserta Mata Kuliah Umum (MKU), mereka berkesempatan mendengarkan cerita 3 perwakilan mahasiswa yang telah menorehkan berbagai prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Ketiganya membagikan pengalaman mereka dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa berprestasi.

Profil Mahasiswa Berprestasi SCU

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Christopher Edbert Setiabudi, Theresia Karla L., dan Cornel Yobellakama Innocensi. Christoper atau akrab disapa Christo, merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi SCU sekaligus atlet karate nasional yang telah menyabet banyak prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa prestasinya antara lain pernah meraih medali perunggu pada AKF Senior Championship 2025 di Uzbekistan, emas pada POMNAS 2025 Cabang Karate, hingga emas Kejurnas FORKI 2026 Nomor Kata Perorangan Putra. Ia juga mewakili Indonesia dalam SEA Games 2025 dan diproyeksikan menuju Asian Games 2026.

Sementara, Innocenci atau akrab disapa Innos, berhasil membawa nama Indonesia melalui film pendek garapannya, Confessio. Film garapan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris SCU tersebut berhasil menjadi finalis dalam Mirabile Dictu International Catholic Film Festival 2026 di Roma, Italia. Confessio menjadi satu-satunya film Indonesia yang berhasil masuk nominasi penghargaan utama festival film Katolik internasional tersebut. Adapula Theresia Karla Limas, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris SCU sekaligus atlet menembak Jateng yang telah banyak menorehkan prestasi membaggakan.

Melawan Doom-Scrolling dan Pesimistis dengan Counter-Narrative Positif

Bukan sekedar kuliah umum, Kepala LP3 SCU, Prof. Dr. Heny Hartono, S.S, M.Pd, menilai forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling berbagi pengalaman dan berefleksi. Dalam hal ini, khususnya terkait nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi negatif yang semakin banyak mereka konsumsi, terutama melalui media sosial.

Menurutnya, adanya fenomena doom-scrolling dan banyaknya narasi pesimistis dapat melemahkan optimisme serta rasa percaya diri kolektif para generasi muda terhadap negara. “Berkaca pada hal tersebut, kampus berupaya menghadirkan forum yang mengangkat pengalaman mahasiswa berprestasi sebagai bentuk counter-narrative yang lebih positif, otentik, dan dekat dengan kehidupan mahasiswa sehari-hari,” tutur Prof. Heny.

Bersamaan dengan itu, forum ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial mahasiswa terhadap berbagai persoalan bangsa, mendorong diskursus kritis, serta memperkuat nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan. “Kami ingin mendorong mahasiswa bukan hanya menjadi pengamat persoalan sosial, tetapi juga mengambil peran sebagai agen perubahan melalui keterlibatan aktif di lingkungan kampus maupun masyarakat,” harap Prof. Heny.

Picture of Humas

Humas