
Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Soegijapranata Catholic University (SCU) bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Berlangsung di Gedung Henricus Constant, Kampus 1 SCU Bendan pada Kamis (11/6), kegiatan tersebut merupakan dukungan fakultas terhadap transformasi layanan publik berbasis digital sekaligus upaya dalam memperluas pemanfaatan identitas digital di lingkungan kampus.
Melalui IKD, berbagai layanan administrasi kependudukan dapat diakses secara lebih praktis, cepat, dan efisien melalui perangkat smartphone. Kehadiran layanan aktivasi langsung di kampus juga memudahkan sivitas akademika untuk memperoleh IKD tanpa harus mengunjungi kantor pelayanan pemerintahan.
Kepala Tata Usaha FIKOM SCU, Agustina Alam Anggitasari, S.E, M.M, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh komitmen fakultas dalam mendukung program pemerintah terkait percepatan transformasi digital nasional, khususnya migrasi dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) fisik menuju Identitas Kependudukan Digital.
“Sebagai lembaga pendidikan teknologi yang adaptif, FIM SCU ingin memfasilitasi seluruh sivitas akademika agar memiliki identitas legal yang praktis, aman, dan terintegrasi di dalam smartphone mereka, tanpa harus meluangkan waktu khusus untuk mengantri di kantor pemerintahan,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Dispendukcapil merupakan bentuk kerja sama yang telah lama terjalin baik antara FIKOM SCU dan Pemkot Semarang. Program aktivasi IKD yang telah dijalankan pun dinilai bermanfaat besar untuk diperkenalkan kepada mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.
Agustian pun menambahkan bahwa penggunaan IKD akan semakin relevan di masa mendatang karena identitas digital diproyeksikan penting dalam berbagai layanan, mulai dari pemerintahan hingga sektor perbankan. Oleh karena itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.
Kegiatan aktivasi IKD tersebut diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. “Sejak pagi peserta sudah datang tepat waktu, dan prosesnya berjalan sangat cepat dan kondusif berkat kesiapan proses pemindaian dan verifikasi,” kata Agustina.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini mempunyai tiga tujuan utama, yakni mempercepat kepemilikan IKD di lingkungan kampus, memberikan edukasi mengenai keamanan data pribadi digital, serta menegaskan peran FIKOM SCU sebagai fakultas yang tidak hanya memahami digitalisasi secara teoritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi praktis bagi kebutuhan masyarakat.
Melihat tingginya minat peserta, FIKOM SCU berencana mengembangkan kegiatan serupa dengan cakupan yang lebih luas. Ke depan, program aktivasi IKD diharapkan dapat menjangkau fakultas-fakultas lain, sehingga semakin banyak sivitas akademika yang dapat merasakan manfaat layanan identitas digital.
Agustina menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya SCU dalam mendorong literasi dan transformasi digital. Menurutnya, transformasi digital yang berhasil harus diawali dengan terbentuknya budaya digital serta identitas digital yang kuat. “Dengan memiliki IKD, sivitas akademika membuktikan diri sebagai masyarakat yang mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.









