Fakultas Kedokteran (FK) Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan kegiatan vaksinasi influenza bagi 22 dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) SCU di Gedung Henricus Constant, Kampus 1 SCU Bendan pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga kesehatan sivitas akademika sekaligus bentuk kerja sama kedua fakultas.
Ka. TU FIKOM SCU, Agustina Alam Anggitasari, SE, MM menilai pentingnya vaksinasi dalam meningkatkan kekebalan tubuh dosen dan tenaga kependidikan. “Tujuan utamanya adalah tindakan preventif untuk meningkatkan kekebalan tubuh dosen dan tenaga kependidikan terhadap virus influenza, sehingga dapat menjaga produktivitas kerja di lingkungan fakultas,” ujarnya.
Pemilihan vaksin ini didasarkan pada karakteristik virus influenza yang mudah menyebar melalui droplet, seperti saat seseorang bersin atau batuk di ruang kelas maupun ruang kerja. Agustina menjelaskan bahwa virus influenza juga terus bermutasi setiap tahun, sehingga vaksin perlu diperbarui secara berkala agar mampu memberikan perlindungan terhadap strain virus terbaru. “Flu sering dianggap penyakit ringan, namun jika cukup berat dapat mengganggu jadwal perkuliahan maupun pelayanan akademik,” ujarnya.
Menurutnya, dosen dan tenaga kependidikan memiliki tingkat interaksi sosial yang tinggi setiap hari, baik dengan mahasiswa maupun rekan kerja. Kondisi ini membuat mereka berpotensi lebih rentan terhadap penularan penyakit.
Kegiatan vaksinasi juga menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FK SCU. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan FIKOM SCU sebagai bentuk sinergi antar fakultas di lingkungan universitas.
Setelah pelaksanaan vaksinasi, FK SCU juga melakukan pemantauan sebagai bagian dari prosedur medis dan laporan kegiatan pengabdian masyarakat. Pemantauan tersebut mencakup observasi terhadap kemungkinan keluhan pasca-vaksinasi, seperti demam ringan atau rasa pegal pada peserta. FK SCU juga melakukan pencatatan rekam medis peserta sebagai bahan evaluasi untuk melihat efektivitas program vaksinasi di lingkungan kampus.
Agustina menambahkan bahwa latar belakang kegiatan ini berawal dari tawaran Dekan FK SCU, dr. Edward Hartono, MARS yang menawarkan vaksin influenza kepada FIKOM SCU. Tawaran tersebut disambut positif oleh Dekan FIKOM SCU, Prof. Dr. Ridwan Sanjaya, S.E, S.Kom, MSIEC.
Agustina pun menyampaikan bahwa pihaknya terbuka untuk kembali bekerja sama dengan FK SCU apabila di kemudian hari terdapat program vaksinasi untuk penyakit lain atau kegiatan kesehatan lainnya. “Jika di masa depan FK SCU memiliki program vaksinasi lain seperti hepatitis B, difteri, atau screening kesehatan tertentu, FIKOM SCU sangat terbuka untuk kembali bekerja sama,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa ke depan kegiatan kesehatan tidak hanya terbatas pada vaksinasi, tetapi dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk kerja sama lain antara kedua fakultas. Beberapa di antaranya adalah pemeriksaan kesehatan berkala atau medical check-up bagi dosen dan tenaga kependidikan, edukasi kesehatan melalui seminar atau webinar, hingga penelitian bersama.
Menurut Agustina, kerja sama semacam ini sangat penting untuk membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan di lingkungan perguruan tinggi. “Harapannya adalah terciptanya healthy campus atau lingkungan kampus yang sehat, aman, dan produktif. Dengan sivitas akademika yang sehat, proses belajar mengajar dan pelayanan administrasi dapat berjalan optimal,” katanya.









