Diskusi Bulanan Teknik Sipil SCU Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Kontrol Mega Proyek pada Mahasiswa 

Program Studi Teknik Sipil Soegijapranata Catholic University (SCU) melalui Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil (KMTS) menyelenggarakan Diskusi Bulanan Teknik Sipil “Project Planning and Controlling in Mega EPC Project: Integrating PMBOK Framework and Industrial Practices.” Berlangsung di Gedung Henricus Constant, Kampus 1 SCU Bendan pada Rabu (20/5). forum ini menghadirkan Aminullah, PMP, Project Management Expert PT. Wijaya Karya, Tbk (WIKA).

Diskusi ini diselenggarakan sebagai respons program studi terhadap perkembangan proyek konstruksi dan industri yang semakin kompleks, khususnya pada proyek berskala besar atau mega project. Hadirnya Metode Engineering, Procurement, and Construction (EPC) digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan koordinasi pekerjaan proyek. Namun, dalam pelaksanaannya masih sering ditemukan berbagai kendala seperti keterlambatan pekerjaan, perubahan desain, kurangnya komunikasi, hingga pembengkakan biaya proyek.

Forum ini berupaya memberikan wawasan mengenai pentingnya project integration control atau pengendalian integrasi proyek dalam pelaksanaan proyek EPC berskala besar. Pengendalian integrasi dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam manajemen proyek agar seluruh proses pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana, risiko kesalahan dapat diminimalkan, serta target proyek dapat tercapai secara optimal.

Aminullah membahas praktik perencanaan dan pengendalian proyek berdasarkan kerangka Project Management Body of Knowledge (PMBOK) yang diintegrasikan dengan praktik industri secara langsung pada proyek EPC. “Mahasiswa bisa sama-sama belajar untuk mengetahui bagaimana cara melakukan perencanaan dan juga kontrol untuk proyek-proyek yang besar. Karena tentunya untuk proyek yang besar berbeda perlakuannya dengan proyek yang skalanya kecil,” jelas Koordinator Diskusi Bulanan Teknik Sipil, Ronaldo Richard Gunawan, S.T, M.T, M.M.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa forum ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dalam mempelajari praktik perencanaan dan pengendalian proyek langsung dari perusahaan konstruksi besar, seperti WIKA. “Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa supaya tidak hanya fokus secara teoretik di kelas, tetapi mereka juga bisa mendapatkan pengetahuan dari praktisi yang memang sudah expert di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Kegiatan diskusi diikuti oleh mahasiswa Program Studi Teknik Sipil SCU serta masyarakat umum. Dalam sesi pemaparan materi, Diskusi bulanan ini merupakan salah satu program kerja KMTS SCU yang bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai dunia profesional dan praktik industri konstruksi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan serta strategi pengendalian dalam pelaksanaan mega proyek konstruksi di dunia industri.

Ronaldo juga menjelaskan bahwa materi yang dibahas berkaitan langsung dengan pembelajaran di program studi, khususnya dalam Manajemen Konstruksi Ia pun menilai kegiatan ini dapat membantu mahasiswa memahami penerapan teori yang dipelajari di kelas dalam studi kasus nyata di perusahaan konstruksi. “Jadi antara yang sudah dipelajari di kelas dengan diterapkan untuk studi kasus di perusahaan itu seperti apa. Mahasiswa bisa mendapatkan gambaran umum kalau perusahaan seperti WIKA itu cara planning-nya seperti apa dan tantangan-tantangan yang akan dihadapi nanti seperti apa,” katanya.

Selain menambah wawasan akademik, Ronaldo berharap kegiatan ini juga dapat memotivasi mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja profesional. Kehadiran praktisi dari perusahaan BUMN konstruksi besar diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja di industri konstruksi nasional. “Harapannya mereka bukan hanya mendapatkan materi saja, tetapi mereka juga bisa mendapatkan gambaran nanti ketika bekerja di bagian planning itu seperti apa yang akan dilakukan,” tutupnya.

Picture of Humas

Humas