
Sebanyak 40 siswa SMA/K se-Kota Semarang mengikuti Workshop “Bridge Builder Challenge: Bisakah Jembatanmu Menahan Beban?” yang diselenggarakan oleh UPT Promosi dan Rekrutmen Mahasiswa (PRM) bersama Program Studi Teknik Sipil Soegijapranata Catholic University (SCU). Berlangsung di Gedung Henricus Constant, Kampus 1 SCU Bendan, Jumat (24/7), para siswa diajak merancang dan membangun prototipe jembatan menggunakan kayu balsa, kemudian menguji kekuatan konstruksi yang telah mereka buat.
Workshop ini menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan aplikatif guna memperkenalkan dunia teknik sipil kepada siswa. Tidak hanya mempelajari teori, para siswa juga ditantang untuk menerapkan konsep dasar perancangan struktur melalui praktik langsung, mulai dari menyusun desain, merakit material, hingga menguji kemampuan jembatan dalam menahan beban.
Workshop Teknik Sipil
Sekretaris Program Studi Teknik Sipil, Marcio Tahalele, S.T. M.Eng. menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya perencanaan struktur dalam dunia teknik sipil. Menurutnya, sebuah jembatan yang kuat bukan hanya ditentukan oleh banyaknya material yang digunakan, tetapi juga oleh desain, distribusi beban, dan ketelitian dalam proses pembuatannya.
“Melalui workshop ini, teman-teman dari SMA/K belajar bahwa setiap keputusan dalam proses perancangan akan mempengaruhi kekuatan sebuah struktur. Mereka tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga mampu berpikir logis dan bekerja sama dalam tim untuk menghasilkan desain terbaik,” ujarnya.
Suasana workshop berlangsung penuh antusiasme. Para siswa berdiskusi, mencoba berbagai bentuk konstruksi, hingga saling mengamati strategi dalam membangun jembatan yang kokoh. Momen yang paling dinantikan adalah sesi pengujian, ketika setiap prototipe diberi beban secara bertahap untuk mengetahui seberapa besar kekuatan struktur yang berhasil dirancang.
“Harapan kami dengan hadirnya kegiatan ini, dapat menjadi bekal untuk para siswa bahwa berkuliah di jurusan teknik sipil itu terutama di SCU itu menyenangkan,” jelas Marcio.
Pembelajaran Aplikatif
Melalui tantangan tersebut, para siswa dapat melihat secara langsung bagaimana prinsip-prinsip teknik sipil bekerja dalam praktik. Pengalaman ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kerja sama yang menjadi kompetensi penting di dunia rekayasa.
Workshop ini menjadi salah satu bentuk komitmen SCU dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan bagi siswa SMA/K. Dengan menggabungkan teori dan praktik secara langsung, SCU berharap dapat memperkenalkan dunia teknik sipil secara lebih dekat sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi dalam menciptakan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.









