Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (BEMF-ITL) Soegijapranata Catholic University (SCU) menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang dalam penyelenggaraan Green Festival (GreenFest), diskursus lingkungan yang menghadirkan seminar, lokakarya, dan kompetisi yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Kerja sama ini dimungkinkan selepas kunjungan perwakilan BEMF-ITL SCU ke Kantor DLH Kota Semarang dalam rangka melakukan audiensi dengan Bidang 3 Penataan Lingkungan Hidup pada Jumat, 13 Maret 2026 lalu.
Adapun perwakilan BEMF-ITL SCU yang melakukan audiensi yaitu Ezra Katriel Yavin (Ketua BEMF-ITL), Albert Gandhi Setyawan (Ketua GreenFest), Marcellino Genta Mahendra (Wakil Ketua GreenFest), serta Angela Valencia Destiana Sutedja (Koordinator Sekretaris GreenFest).
Menurut keterangan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Non-Akademik Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL) SCU, Amrizarois Ismail, SPd, MLing, DLH Kota Semarang menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa. DLH Kota Semarang pun akan mendukung sekaligus berpartisipasi aktif dalam forum tersebut. Adapun bentuknya melalui kehadiran pembicara serta juri dalam kompetisi.
Program kerja yang berfokus pada peningkatan kesadaran lingkungan tersebut rencananya akan diselenggarakan pada 19 Mei 2026 mendatang di Teater Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan. “Kami ingin meningkatkan kepedulian dan partisipasi publik, khususnya generasi muda terhadap lingkungan hidup. Maka selain pelajar dari sekolah dan perguruan tinggi, kegiatan ini juga menyasar masyarakat umum,” tandas Ismail.
Tema “Tracing Carbons, Transforming Future” yang diangkat dalam GreenFest 2026 menurut Ismail sejalan dengan upaya pengendalian perubahan iklim dalam agenda Sustainable Development Goals (SGDs) ke-13, yaitu Climate Action. Maka dari itu, forum ini dinilainya menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan yang penting guna mendukung agenda tersebut. “Para siswa bisa mengembangkan ide kreatif dan solutifnya untuk berkontribusi pada penurunan emisi yang relevan terhadap perubahan iklim,” tuturnya.
Lebih lanjut, pihaknya pun berharap adanya kerja sama dengan DLH Kota Semarang mampu membangun kesadaran lingkungan bukan hanya di kalangan sivitas akademika SCU, melainkan juga masyarakat luas. “Melalui sinergi antara mahasiswa dan pemerintah, diharapkan berbagai isu lingkungan dapat disuarakan secara lebih luas dan berkelanjutan. Ke depan, kerja sama ini diharapkan terus terjalin guna mendukung terselenggaranya berbagai program lingkungan yang berdampak positif bagi masyarakat,” harap Ismail.









