
Program Studi Teknik Informatika (TI) Soegijapranata Catholic University (SCU) merayakan Puncak Rangkaian Dies Natalis ke-24 pada Kamis (3/9) di Auditorium Agnes Widanti, Kampus 1 SCU Bendan.
Bukan sekedar perayaan ulang tahun, Dies Natalis ke-24 menjadi ruang program studi untuk mempertemukan mahasiswa dari berbagai angkatan. Lebih dari itu, Dies Natalis juga menjadi momen untuk mendorong mereka lebih berani mengembangkan ide dan berkompetisi. Sejalan dengan itu, Rangkaian Dies Natalis yang berlangsung selama dua minggu tersebut ditutup melalui acara puncak dengan beragam kompetisi.
Rangkaian Dies Natalis
Sebelum acara puncak, Dies Natalis ke-24 TI SCU telah diramaikan dengan sejumlah rangkaian kegiatan. Ada “Informatics Day” pada 26–27 Agustus 2026 yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempersiapkan perjalanan studi, mengenal perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga mengembangkan ide melalui konsep Green AI.
Rangkaian kemudian dilanjutkan Noodle Party pada 28 Agustus 2026 yang menantang dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menyusun flowchart dalam proses memasak mie. Tepat sebelum puncak, diselenggarakan Pameran “TechXHibit” pada 1 September yang menampilkan karya inovasi mahasiswa di Selasar Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan.
Menciptakan Kebersamaan dan Mendorong Kompetisi
Ketua Program Studi TI SCU, Yonathan Purbo Santosa, S.Kom., M.Sc. mengatakan rangkaian Dies Natalis menjadi upaya pihaknya dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan AI. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan dan nilai tambah yang dapat menjadi pembeda ketika memasuki dunia kerja. “Kita bekali gimana caranya menghadapi, sehingga nanti ketika lulus mereka punya nilai pembeda. Mereka punya nilai tambah dibandingkan dengan yang lain,” ungkapnya.
Bersamaan dengan itu, rangkaian Dies Natalis juga diarahkan untuk membangun kembali kedekatan mahasiswa dari berbagai angkatan. Momen ini juga sekaligus menjadi langkah untuk mendorong mahasiswa agar lebih berani membawa ide mereka ke berbagai kompetisi. Dalam satu tahun terakhir, mulai terlihat mahasiswa yang semakin berani berkompetisi, termasuk munculnya kandidat untuk kompetisi internal maupun peluang mengikuti kompetisi eksternal seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) .
Ke depan, ide-ide mahasiswa yang telah dikembangkan melalui kegiatan tersebut berpeluang diarahkan ke kompetisi, penelitian, maupun publikasi. TI SCU juga membuka dukungan, termasuk secara pendanaan, bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan ide melalui jalur penelitian dan publikasi.
Sejumlah ide yang ditampilkan dalam pameran pun dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut, seperti: simulasi aplikasi logistik untuk memantau kendala dan keuntungan pengiriman, serta; sistem deteksi kepadatan jalan yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung otomatisasi lampu lalu lintas.
Yonathan berharap keberanian mahasiswa dalam mengembangkan ide dapat terus tumbuh sehingga semakin banyak karya yang tidak hanya menjadi luaran perkuliahan, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat. “Semoga produknya tetap masih bisa maju lagi, makin banyak luaran-luaran kami makin berdampak ke masyarakat. Makanya kita undang mahasiswa, kita ajak buat mereka berani. Jangan hanya segelintir orang, semua kita ajak,” pungkasnya.









