Mahasiswa FHK SCU Bawa Indonesia Raih Medali Perunggu dalam Ajang Sepak Bola Internasional

Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Soegijapranata Catholic University (SCU), Dalley Akbar Pamungkas dan Gregorius Alfonsus Rote di kancah internasional. Keduanya turut serta membawa Tim Indonesia Lawyers Football Club (ILFC) meraih Juara III Kategori Classic dalam World Cup Lawyers (Mundiavocat) pada 9-17 Mei 2026 di Benidorm, Spanyol. Prestasi ini pun sekaligus menjadi pertama kalinya setelah 15 tahun bagi ILFC melangkah ke semifinal Mundiavocat.

Terpilih ke Spanyol

Sebelum mewakili Indonesia dalam turnamen internasional tersebut, Dalley dan Alfonsus harus melewati proses seleksi bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang. Seleksi diikuti 25 mahasiswa di antaranya dari UNDIP, UNNES, USM, UNISSULA, dan SCU. Hasil seleksi mengerucut menjadi 10 mahasiswa yang akhirnya terpilih mewakili Indonesia dalam Mundiavocat.

Sebelumnya, ILFC telah meraih posisi Runner-Up di Kroasia dalam Nation Cup di Kroasia pada 2024. Seleksi dan persiapan kemudian dilakukan secara bertahap sejak akhir 2024 hingga menjelang keberangkatan ke Spanyol pada 2026. Selama masa persiapan, tim menjalani latihan rutin serta pertandingan persahabatan untuk mematangkan kemampuan bermain.

Berani Mengambil Peran

Ajang tersebut menjadi pengalaman bagi Dalley maupun Alfons menghadapi tim dari berbagai negara, termasuk Rumania dan Argentia.  “Kami berhasil menang melawan Argentina dengan mengamankan skor 2–1. Karena kalau kalah lawan, bisa langsung pulang ke Indonesia,” sebut Dalley.

Pada semifinal, tim berhasil menahan Jepang 0–0 hingga akhir pertandingan sebelum akhirnya harus menentukan hasil melalui adu penalti. Dipercaya sebagai penendang pertama, Dalley berhasil menjalankan tugasnya dan mencetak gol. “Saya ditunjuk sebagai penendang penalti pertama waktu melawan Jepang. Saya enggak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh tim,” ujarnya.

Berkuliah dan Berkompetisi

Baik Dalley maupun Alfons menyebut prestasi yang mereka dapatkan di kancah internasional tidak terlepas dari dukungan universitas. Dalam hal ini, khususnya sebagai atlet yang harus tetap menjalani proses studi. ”Kami dipermudah dalam menjalankan kewajiban perkuliahan ketika persiapan berangkat bertanding ke Spanyol. Karena pada saat itu bertepatan dengan proses penyusunan skripsi dan bimbingan dilanjutkan secara daring dari Spanyol,” kesan Dalley.

Lebih lanjut, ia pun menilai keikutsertaanya dalam kompetisi ini sebagai wujud dalam membangun prestasi di bidang non akademik, khususnya olahraga, di luar ruang kelas. “Kalau kita memiliki bakat di bidang olahraga, kita juga bisa berprestasi di bidang non akademik dan membawa nama SCU di kancah regional, nasional, maupun internasional,” jelasnya.

Picture of Humas

Humas