
Dua tim mahasiswa Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL) Soegijapranata Catholic University (SCU) meraih Juara Harapan 1 Infographic Competition pada Brawijaya National Youth Competition (BNYC) 2026. Mengusung tema “Youth Innovation Indonesia’s Future,” BNYC diselenggarakan Fakultas Ilmu Administratif (FIA), Universitas Brawijaya (UB) dengan mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sebelumnya, kedua tim mahasiswa FITL SCU telah menjadi finalis pada Grand Final dan Awarding di FIA UB Malang, Kamis (24/9). Keduanya menggagas inovasi pelayanan publik yang inklusif serta pengelolaan limbah pangan (food waste) berbasis ekonomi sirkular (circular economy).
Inovasi dari Masalah yang Diangkat
Berbekal materi yang mereka dapatkan pada Mata Kuliah Pembangunan Berkelanjutan dan Sosiologi Kota tentang Sustainable Development Gaols (SDGs), Tim Soegis yang beranggotakan: Anastasya Amping Konda; Angela Gita Pratiwi; Kirani Suci Amalia, membuat “Satu Solo Semua (3S),” infografis tentang pengembangan aplikasi pelayanan publik yang inklusif dan berkelanjutan untuk Kota Surakarta, Solo Care+.
Pendekatan bottom-up pun dilakukan dengan menjangkau masyarakat kota tersebut guna memberikan ruang untuk aktif mengidentifikasi dan melaporkan permasalahan yang ditemui di lingkungan kota.
“Kami melihat masyarakat seharusnya tidak hanya menjadi penerima layanan, tapi juga berpartisipasi menyampaikan kebutuhannya. Konsep ini kami selaraskan dengan SDGs Nomor 10, yaitu ‘Berkurangnya Kesenjangan’ dan SDGs No 11, yaitu ‘Kota dan Permukiman Berkelanjutan’,” jelas Anastasya.
Sementara itu, Tim Grace et Genie yang beranggotakan: Annisya Ayu Annida; Arabella Floreta; Natasha Lourdes dengan infografisnya yang berjudul “Waste to Worth” menggagas pengelolaan limbah pangan sebagai peluang ekonomi. Dengan rantai pasok yang berkelanjutan, idenya adalah untuk mengubah limbah pangan menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali. Gagasan ini berangkat dari permasalahan timbulan limbah pangan yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang sampah makanan terbesar di dunia.
Pendekatan value cascade dilakukan dengan memaksimalkan pemanfaatan sampah makanan berdasarkan kondisi dan kelayakannya. Tim tidak hanya membahas pengolahan sampah makanan, melainkan juga menggagas sistem yang dapat memberikan arah pada jalur pemanfaatan limbah pangan.
Mengembangkan Gagasan
Prestasi ini menurut Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Non-Akademik FITL SCU, Amrizarois Ismail, S.Pd., M.Ling menunjukkan keberagaman isu yang dapat dikembangkan mahasiswa. “Pencapaian ini diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan inovasi dan berprestasi di tingkat nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, mahasiswa pun didorong keikutsertaannya dalam berbagai kompetisi sejenis mengembangkan gagasannya, khususnya pada tingkat nasional. “Sebagai mahasiswa baru, kami menganggap ini sebagai langkah awal untuk lebih berani berkompetisi,” tambah Annisya.









