
Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen (MM) Soegijapranata Catholic University dibekali kiat kepemimpinan di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Bersama Founder Indaya dan Kreazona, Harry Xiao, mereka mengikuti Pelatihan Soft Skill Series “Lead Beyond: Leadership Skills for The AI Era” secara hybrid di Quest Hotel Simpang Lima, Semarang pada Sabtu (22/8).
Merespons Hadirnya AI
Harry menilai mahasiswa MM SCU yang diarahkan untuk menjadi pengambil keputusan di sebuah perusahaan harus merespons hadirnya AI di dunia bisnis. Menurutnya, hadirnya teknologi ini di berbagai bidang industri akan berdampak pada cara pengambilan keputusan di sebuah perusahaan.
“Derasnya adopsi teknologi kecerdasan buatan di dunia kerja membuat banyak pimpinan perusahaan dihadapkan pada situasi sulit. Mereka harus memilih antara efisiensi yang ditawarkan mesin atau mempertahankan peran manusia yang membawa nilai tanggung jawab dan empati,” kata Harry.
Lebih lanjut, Harry menegaskan bahwa seorang pemimpin di sebuah perusahaan mesti memberikan batasan yang jelas akan penggunaan AI. Pemimpin menurutnya harus melihat AI sebagai alat bantu, karena masih adanya tanggung jawab yang diambil akan setiap keputusan.
“AI tidak bisa mengambil konsekuensi yang harus kita tanggung,” tegasnya. Ia kemudian mengajak mahasiswa untuk tetap memprioritaskan nilai-nilai kemanusiaan saat dihadapkan pada pengambilan keputusan.
Namun demikian, Harry tetap menampik akan banyak pekerjaan yang berpotensi digantikan AI. Maka dari itu, penting bagi angkatan kerja baru untuk mempelajari cara kerja AI, mengingat teknologi ini tidak lagi bisa dipisahkan dari perkembangan industri. “Generasi muda harus tetap harus belajar AI, tetapi jangan sampai kehilangan empatinya. Karena itu yang paling penting,” ujar Harry.
Memperkuat Kompetensi Mahasiswa
Ketua Program Studi MM SCU, Prof. Dra. Maria Yosephine Dwi Hayu Agustini, M.B.A., Ph.D.menyebutkan bahwa forum ini rutin diselenggarakan pihaknya untuk memperkuat keterampilan mahasiswa. Ia pun menambahkan topik yang diangkat sengaja dibuat relevan dengan kebutuhan dunia bisnis.
“Jadi menyeimbangkan pengetahuan akademis dengan soft skill. Penyelenggaraan acara juga kami serahkan ke mahasiswa supaya mereka bisa langsung mempraktikkannya, khusus di keterampilan komunikasi dan kepemimpinan,” katanya.
Sejalan dengan itu, Ketua Pelatihan Soft Skill Series MM SCU, Ecclesias Almatea, menjelaskan bahwa topik yang diangkat dilatar belakangi oleh pergeseran cara pengambilan keputusan bisnis akibat hadirnya AI. “Agar teman-teman bisa lebih mampu beradaptasi dan berani dalam mengambil keputusan dengan tetap mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain,” katanya.









