Studi Banding UKWMS ke SCU Bagikan Pengalaman Integrasi Sistem Informasi Akademik

Soegijapranata Catholic University (SCU) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) secara daring pada Kamis (29/10). Kegiatan ini bertujuan mendukung pengembangan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) UKWMS melalui pertukaran pengalaman mengenai pengembangan, implementasi, dan tata kelola sistem informasi akademik.

Mereka diterima oleh: Ir. R. Setiawan Aji Nugroho, S.T., MCompIT., Ph.D. (Rektor); Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, S.E., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni);Dr. Agustinus Joko Purwoko, S.H., M.Hum. (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola). Bersamaan dengan itu, turut hadir perwakilan Biro Manajemen Sistem Informasi (BMSI) dan Bidang Administrasi Akademik (BAA) SCU.

Dalam diskusi tersebut, SCU membagikan pengalaman mengelola lebih dari 30 aplikasi dan modul sistem informasi untuk mendukung kebutuhan akademik dan administrasi universitas. Pembahasan mencakup Sistem Informasi Akademik (SINTAK), Laporan Kinerja Dosen (LKD), dan Learning Management System (LMS). Kedua universitas juga bertukar pandangan mengenai integrasi sistem untuk pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan LKD.

Pertukaran Praktik Pengelolaan Sistem

Salah satu pembahasan berfokus pada integrasi data antar sistem. Kepala BMSI SCU, Antonius Padua Rezky Trenggono, S.T., menjelaskan bahwa integrasi dilakukan secara bertahap melalui mekanisme sinkronisasi data. Pendekatan ini diterapkan untuk memastikan kesesuaian dan validitas data sebelum diintegrasikan dengan sistem lainnya. “Kami tidak langsung menerapkan sinkronisasi secara real-time karena perlu memastikan data yang diintegrasikan sudah valid. Oleh karena itu, proses sinkronisasi dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Penerapan mekanisme tersebut juga diterapkan dalam pengelolaan LMS. Prof. Berta menjelaskan bahwa data perkuliahan dari proses Kartu Rencana Studi (KRS) dipindahkan ke LMS setelah informasi kelas dan mata kuliah dipastikan final. “Dengan demikian, perubahan data perkuliahan dapat diminimalkan sebelum digunakan dalam proses pembelajaran,” katanya.

Selain integrasi aplikasi, diskusi juga membahas aspek teknis pendukung operasional sistem informasi SCU. Pembahasan mencakup penggunaan virtualisasi server, pembagian kapasitas akses, serta mekanisme pencadangan data.

Robertus berharap kegiatan benchmarking dapat memperkuat hubungan antar perguruan tinggi anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK). “Kami berharap melalui kegiatan benchmarking ini, kerja sama antar universitas dapat terus terjalin dan semakin erat sebagai universitas sahabat di bawah APTIK,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, SCU dan UKWMS bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan sistem informasi akademik. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi kedua perguruan tinggi dalam meningkatkan tata kelola dan kualitas layanan akademik berbasis teknologi.

Picture of Humas

Humas