Ubah Apatisme Jadi Aksi Kritis, BEM FHK SCU Gelar Seminar Kajian 2026

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan Komunikasi (BEMF-HK) Soegijapranata Catholic University (SCU) menggelar Seminar Kajian 2026  “Mengubah Apatis Menjadi Kritis” pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Teater Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan, ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sosial-politik, mengembangkan pemikiran kritis, serta memahami peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi.

Seminar yang diselenggarakan melalui Kementerian Kajian dan Aksi Strategis BEMF-HK SCU ini menghadirkan: Tiyo Ardianto, aktivis sekaligus Ketua BEM KM UGM periode 2025–2026 dan Ias Aufal Mawafiq, Menteri Kajian dan Strategis BEM KM UNNES. Keduanya membahas dinamika sosial-politik di Indonesia, dampak sikap apatis, serta pentingnya kemampuan mahasiswa dalam memahami persoalan publik dan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.

Dalam seminar tersebut, mahasiswa diajak untuk membedakan fakta dan opini di tengah derasnya arus informasi. Pembahasan juga mencakup pengalaman gerakan sosial-politik, cara mengidentifikasi isu yang relevan, serta tahapan menyusun kajian secara sistematis, logis, dan berbasis data. Materi dari kedua narasumber dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab interaktif yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperdalam pemahaman serta merefleksikan peran mereka dalam merespons persoalan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Penyelenggaraan Seminar Kajian 2026 menjadi salah satu upaya BEMF-HK SCU dalam membangun budaya akademik yang kritis dan terbuka. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan terbiasa menganalisis persoalan, menyusun argumentasi, serta mempertimbangkan fakta sebelum mengambil sikap. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat menjalankan peran sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial melalui partisipasi yang aktif, kritis, konstruktif, dan bertanggung jawab.

Picture of Humas

Humas